RR Ukirsari Manggalani
Selasa, 02 Februari 2021 | 06:55 WIB
ILustrasi buah-buahan, cuci bersih sebelum dikonsumsi untuk hindari virus Nipah [Shutterstock].

SuaraBatam.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Mochammad Bisri mengimbau kepada warga Kepri agar waspada terhadap Virus Nipah yang kini juga merebak di Malaysia. Terlebih, Provinsi Kepri dan Malaysia adalah wilayah yang berbatasan secara langsung. Demikian dikutip dari BatamNews.co.id, jaringan SuaraBatam.id.

"Kepri dan Malaysia ini berbatasan langsung, walau dibatasi lautan. Namun, tidak menutup kemungkinan virus Nipah bisa menyeberang ke Kepri dengan perantara orang, barang, binatang dan produk makanan dan buah-buhan dari Malaysia," jelas Mochammad Bisri, Senin (1/2/2021).

Untuk itu, pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengajak semua pemangku kebijakan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Balai Karantina Pertanian agar memperketat arus lalu lintas penumpang dan barang di pintu-pintu masuk di Kepri.

"Kami sangat berharap kepada mereka dari segi pengawasan agar menjaga virus apapun dari luar negeri tidak masuk ke daerah kami," tukas Mochammad Bisri.

Virus Nipah ini disebutnya berpotensi menyebar ke Indonesia melalui perantara hewan ternak, seperti babi dan kelelawar pemakan buah dari Malaysia.

Ia mengingatkan masyarakat terutama anak-anak untuk tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar, misalnya mangga dan jambu.

Saat membeli buah-buahan di pasar, warga harus mencuci terlebih dahulu hingga bersih, agar benar-benar segar dan sehat untuk dikonsumsi.

"Virus Nipah memang belum dilaporkan terjadi di Indonesia, khususnya Kepri. Tapi kita wajib waspada, apalagi WHO menyatakan kalau virus ini berpotensi jadi pandemi," tandasnya.

Baca Juga: Jadi Ancaman Baru, Apa Itu Virus Nipah?

Load More