SuaraBatam.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan menginventarisir warga terdampak banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor, yang melanda Kabupaten Bintan pada 1-2 Januari 2021.
Plt Kepala BPBD Bintan, Ramlah mengatakan bahwa hasil pendataan sementara ada 3.491 warga. Kini mereka telah mengungsi di posko-posko ataupun aula kantor pemerintah.
"Itu baru hasil sementara. Jumlahnya dipastikan terus bertambah karena kami masih melakukan inventarisasi di beberapa lokasi bencana," ujar Ramlah, dilansir laman Batamnews, Senin (4/1/2021).
Sebanyak 3.491 warga yang terdampak bencana itu terdiri dari beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) 767 KK, Kecamatan Bintan Utara (Binut) 1.818 KK, Kecamatan Teluk Sebong 625 KK, Kecamatan Gunung Kijang 80 KK, dan Kecamatan Teluk Bintan 2 KK.
Sementara warga yang terdampak bencana di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Mantang, Bintan Pesisir, dan Toapaya belum diketahui jumlahnya. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait untuk inventarisasinya.
"Teluk Bintan ada juga banjir namun tak ada kerugian yang besar. Namun ada 2 KK yang terdampak bencana angin puting beliung. Kalau kecamatan lainnya ada banjir, longsor atau abrasi pantai namun belum diketahui jumlah pastinya. Seperti di Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir, Toapaya dan Seri Kuala Lobam," jelasnya.
BPBD juga bangun posko logistik dan dapur umum dibeberapa lokasi untuk warga yang terdampak dan mengungsi. Disana ditempatkan beberapa personil untuk memasak dan menyediakan kebutuhan para pengungsi.
Sedangkan untuk fasilitas umum (fasum) yang rusak seperti bangunan, jalan raya dan lainnya telah ditangani oleh Dinas PUPR Bintan dan Dinas Perkim Bintan.
"Kami saling koordinasi dengan seluruh instansi terkait. Kemudian juga kepolisian, TNI dan lainnya agar penanganan korban bencana bisa segera teratasi," katanya.
Baca Juga: Bukan Tabrak Lari tapi Ini Hasil Penyelidikan Polres Bintan
Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta Dinas Perkim, Dinas PUPR dan Dinas Sosial segera menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat bencana di Kabupaten Bintan. Hal itu harus dilakukan agar segera dapat mengambil langkah-langkah terbaik untuk perbaikan infrastruktur tersebut.
"Sudah kita minta agar dinas-dinas itu segera menginventarisir infrastruktur yang rusak akibat banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung," sebutnya.
Selain itu, dirinya juga sudah menginstruksikan agar camat, lurah dan kades dapat melakukan pendataan warga yang terdampak di wilayahnya.
Lalu diminta bekerja sama dengan Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) seperti Polisi dan TNI guna menentukan titik posko tanggap darurat di wilayah masing-masing serta mengajak bersama-sama masyarakat guna berpartisipasi untuk membuat dapur umum di wilayah yang terdampak.
"Kita juga meminta agar BPBD dan Dinsos agar menyiapkan posko logistik dan peralatan tanggap darurat serta perlengkapan dapur umum di masing-masing wilayah. Selain itu, Dinas Kesehatan juga diharapkan dapat membantu mengecek kesehatan warga yang ada di posko tanggap darurat," ucapnya.
Berita Terkait
-
Nikmati Glamping di Penginapan Dekat Kolam Renang Terbesar se-Asia Tenggara
-
KPU Bintan Distribusi Logistik Pilkada ke Pulau Tambelan Pakai Susi Air
-
Di-hack, Begini Tampilan Situs Bapelitbang Bintan
-
Ternyata, Mayat Lelaki Mengambang di Pelabuhan Tanjunguban Itu...
-
Jembatan Babin Tidak Termasuk Proyek Strategis Nasional, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian