SuaraBatam.id - Tokoh agama Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penandatanganan pernyataan kesepahaman bersama di Gedung Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Center, Kota Batam, Minggu (6/12/2020) siang. Dalam penandatanganan kesepahaman tersebut, dihadirkan tokoh-tokoh agama yang merupakan perwakilan dari majelis agama, yakni tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.
Ketua Panitia, Muhammad Santoso mengatakan, kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama serta menghindari perpecahan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyepakati 7 poin, yaitu kesepahaman dalam menjaga kondusifitas, kerukunan, toleransi, dan keterlibatan masyarakat dalam Pilkada 2020 mendatang.
"Kegiatan ini murni swadaya kita, masing-masing umat majelis agama menginginkan bahwa Kota Batam dan Kepri harus tetap kondusif ditengah Pilkada nanti," ujar Santoso
Dalam kesepahaman tersebut terlihat 6 orang perwakilan setiap agama berdiri untuk menghanturkan doa kepada tuhan dengan cara masing-masing setiap agama diatas panggung.
Turut hadir dalam tamu undangan tersebut yaitu perwakilan Majelis Islam Effendy Asmawi, Tokoh Agama Kristen, Pendeta Hamonangan Harahap, Tokoh Agama Katolik, Romo Alex, Tokoh Agama Hindu, I Made Karmawan, Tokoh Agama Budha Herdianto, dan Tokoh Agama Konghuchu, Tantimin.
Masing-Masing perwakilan majelis agama pun kompak menyatakan akan mendukung pelaksanaan Pilkada serentak yang aman dan kondusif juga mengimbau umat-umatnya untuk menggunakan hak pilih pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Berita Terkait
-
Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan
-
Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun
-
Nelayan Anambas Terombang-ambing Berhari-hari hingga Lautan Malaysia
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah
-
PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen