SuaraBatam.id - Pjs Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin minta Pemerintah Pusat segera membuka akses masuk wisman di kawasan wisata internasional Lagoi di Kabupaten Bintan. Sebab akses keluar masuk Indonesia-Singapura dibuka mulai 26 Oktober 2020.
Bahtiar menjamin bahwa situasi Lagoi saat ini sangat siap untuk menerima kunjungan wisawatan domestik maupun mancanegara karena segenap protokol kesehatan sudah disiapkan secara ketat.
"Hari ini, kami menyurati beberapa kementerian terkait agar membuka kembali pintu kedatangan wisman ke Lagoi, meskipun dilakukan secara bertahap," kata Bahtiar di Tanjungpinang, Rabu (14/10/2020).
Bahtiar mengaku sudah turun mengecek langsung penerapan protokol kesehatan bagi wisman yang datang ke Lagoi, mulai dari keluar kapal, pemeriksaan imigrasi hingga ke lokasi tujuan wisata.
"Jadi tidak usah ragu datang ke Lagoi, karena fasilitas di sini sangat hebat dalam penanganan COVID-19," tutur Bahtiar.
Lebih lanjut, dia menyampaikan jika Lagoi tidak segera dibuka maka dampaknya akan sangat buruk bagi perekonomian masyarakat Kepri. Apalagi saat ini kondisi ekonomi di daerah tersebut minus 6,6 persen.
Menurutnya, pariwisata Lagoi selama ini sangat berkontribusi besar bagi sumber keuangan di daerah bahkan pusat.
"Kami berharap Pemerintah Pusat memperhatikan secara sungguh-sungguh aspirasi pemerintah dan warga Kepri, supaya dalam waktu dekat ini akses Lagoi dapat dibuka," ucap Bahtiar.
Terpisah, General Manager Bintan Resort Cakrawala (BRC) selaku pengelola Lagoi, Abdul Wahab, menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan protokol kesehatan sesuai standar pemerintah dan WHO dalam rangka memberikan jaminan keamanan bagi wisman yang datang ke Lagoi di tengah pandemi COVID-19.
Baca Juga: Warga Batam Waspada! Penipuan Aksesoris Listrik PLN Kembali Marak Terjadi
Khusus di pintu masuk pelabuhan wisman di Lagoi, katanya, sudah disiapkan dua alat mesin untuk tes swab PCR COVID-19.
"Protokol kesehatan di Lagoi sudah melalui audit oleh Sucofindo dan Gugus Tugas COVID-19 Nasional," sebut Wahab.
Kondisi angka kunjungan wisatawan lokal maupun wisman Lagoi selama tahun 2020 ini hanya 163.541 orang.
Jumlah itu terhimpun pada periode Januari-Februari, sementara sejak Maret sudah tidak ada lagi kunjungan wisman imbas pandemi COVID-19.
"Jumlah kunjungan wisatawan lokal dan wisman 2020 turun drastis dibanding tahun 2019 yang mencapai wisman 1.272.509 orang," ungkap Wahab.
Maka itu, Wahab turut mendorong Pemerintah Pusat segera membuka akses wisman di Lagoi, minimal untuk turis negara tetangga Singapura dan Malaysia terlebih dahulu. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia
-
Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI
-
Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI