Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama

Realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi hingga triwulan III sebesar Rp54,7 triliun.

Eko Faizin
Selasa, 20 Januari 2026 | 09:07 WIB
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
Ilustrasi - Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama [Antara]
Baca 10 detik
  • Batam catat realisasi investasi riil sebesar Rp69 triliun sepanjang 2025.
  • Pencapaian ini melampaui target tahunan Rp60 triliun atau sekitar 15 persen.
  • Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi sumber investasi utama.

SuaraBatam.id - Realisasi investasi riil di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tercatat sebesar Rp69,30 triliun sepanjang 2025, melampaui target tahunan Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan.

"Yang tercermin adalah uang yang bekerja di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).

Amsakar menyampaikan, pertumbuhan investasi Batam tidak hanya didorong oleh penambahan jumlah proyek, tetapi oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas pelaku usaha yang telah beroperasi.

Menurutnya, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri, seiring Batam memasuki fase 'capital deepening' yang berperan langsung meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.

Sebagai informasi, realisasi investasi 2025 tercatat Rp69,30 triliun, meningkat dari posisi hingga triwulan III sebesar Rp54,7 triliun.

Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa komposisi investasi Batam semakin matang, baik berdasarkan asal negara penanam modal maupun sektor usaha.

Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi sumber investasi utama, diikuti Taiwan, Tiongkok, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss dan Perancis.

Menurut Li Claudia, struktur ini menunjukkan orientasi investasi yang semakin terkonsentrasi pada sektor produktif penopang industri inti.

"Komposisi negara dan sektor tersebut memperlihatkan Batam semakin terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global," katanya.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa berdasarkan laporan investasi yang disampaikan secara nasional, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 118,97 persen.

Selain itu, penguatan struktur investasi itu ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Secara tahunan, BP Batam mencatat PMDN meningkat 125,90 persen, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025, sementara penanaman modal asing (PMA) juga naik menjadi Rp25,58 triliun.

"Lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional dan penyangga penting di tengah volatilitas global," ujar Fary.

Dalam konteks tersebut, Fary menyebut Batam dapat mempertahankan momentum investasi, yang menandakan keunggulan struktural sebagai lokasi produksi yang efisien, dekat pasar regional, dan didukung infrastruktur industri yang relatif matang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini