facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Orang TKA Cina di Bintan Terlibat Perkelahian, Tusuk Perut Lawan Hingga Tewas

Eliza Gusmeri Selasa, 24 Mei 2022 | 21:23 WIB

Dua Orang TKA Cina di Bintan Terlibat Perkelahian, Tusuk Perut Lawan Hingga Tewas
Ilustrasi pisau. (shutterstock)

Wang Junfeng menusuk perut Zhang Xiao dengan senjata tajam yang mengakibatkan Zhang Xiao tewas. Sedangkan Wang Junfeng mengalami luka berat karena perlawanan korban.

SuaraBatam.id - Dua Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, Zhang Xiao dan Wang diduga terlibat adu mulut hingga akhirnya berkelahi dan menyebabkan seorang diantaranya tewas.

Wang Junfeng menusuk perut Zhang Xiao dengan senjata tajam yang mengakibatkan Zhang Xiao tewas. Sedangkan Wang Junfeng mengalami luka berat karena perlawanan korban.

Mereka berdua mulanya terlibat adu mulut di Mes PT Shandong yang merupakan subcon PT BAI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau pada Minggu (22/5/2022) lalu.

Melansir Batamnews, Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Darma Ardiyaniki mengatakan dua WNA yang terlibat baku hantam itu bekerja di salah satu subcon perusahaan di PT. BAI.

Baca Juga: Pria di Deli Serdang Tewas Dihantam Martil Gegara Melerai Keributan

"Minggu (22/5/2022) sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya sempat terlibat adu mulut di area mes tempat tinggal pekerja," ujar Darma, Selasa (24/5/2022).

Perkelahian yang diawali dengan adu mulut antara 2 WNA itu dikarenakan masalah pekerjaan. Kemudian karena tidak terima berlanjut baku hantam. Bahkan sampai menggunakan senjata tajam hingga menewaskan Zhang Xiao.

Setelah kejadian itu berlangsung, keduanya langsung dievakuasi oleh pihak perusahaan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Tanjungpinang.

"Penyebabnya terkait permasalahan kontrak kerja. Lalu dari adu mulut hingga terjadi perkelahian dan penusukan," jelasnya.

Kasus baku hantam antara 2 WNA asal Cina itu sedang dilakukan proses penanganan perkara lebih lanjut.

Baca Juga: Masyarakat di Bintan Mulai Jarang Pakai Masker, Kadinkes Risau: Tetap Pakai Meski Tak Ramai

"Tentunya sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait