facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Mengeluh, Harga Tiket Batam-Singapura Kini Rp800 Ribu PP, Kadispar Kepri Anggap Wajar: untuk Operasional

Eliza Gusmeri Senin, 16 Mei 2022 | 15:33 WIB

Warga Mengeluh, Harga Tiket Batam-Singapura Kini Rp800 Ribu PP, Kadispar Kepri Anggap Wajar: untuk Operasional
Suasana Pelabuhan Internasional Batam Center yang kini sudah mulai kembali ramai paska pelonggaran aturan Covid-19 (suara.com/partahi)

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar menilai hal tersebut wajar terjadi.

SuaraBatam.id - Warga Batam mengeluhkan kenaikan harga tiket feri Batam - Singapura, hingga 50 persen. Wineke seorang warga Tiban mengaku kenaikan harga tersebut sangat memberatkan.

"Walau memang saat ini sudah ada berbagai kelonggaran, tapi sekarang ada lagi tambahan karena harga tiket naik," sesalnya saat ditemui, Senin (16/5/2022).

Dari sebelumnya harga tiket Batam-Singapura PP harga Rp400 ribu, kini mencapai harga Rp800 ribu.

"Padahal untuk ke sana itu sebelumnya penumpang sudah dikenakan tambahan biaya Antigen. Kini malah harga tiket naik, kan jadi nambah beban bagi penumpang," lanjutnya.

Baca Juga: Menghilang, Derby Romero Ternyata Sudah Lama Tinggalkan Indonesia

Ketua Komisi I DPRD Batam Lik Khai juga ikut protes dengan kenaikan harga tiket tersebut.

"Kenaikan harga tiket saat ini, tentu akan mempengaruhi tingkat kunjungan Wisman dari Singapura. Padahal penormalan yang dilakukan kemarin, untuk menggenjot mereka agar datang kembali ke Batam," tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Tidak hanya Wisman, kenaikan harga tiket juga dijelaskan akan mempengaruhi beberapa sektor lain, terutama UMKM yang berada di wilayah Pelabuhan Internasional.

"Kalau harga tiket saja sudah naik, para calon penumpang tentu saja akan berpikir untuk belanja oleh-oleh lokal yang ada di wilayah Pelabuhan," terangnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak bagi Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, dapat segera mencari jalan keluar mengenai polemik kenaikan harga tiket tersebut.

Baca Juga: Tak Hanya di Indonesia, KKN di Desa Penari Juga Laris di Negara Tetangga!

"Akan panjang apabila hal ini dibiarkan, banyak sektor yang akan terdampak. Ingat bahwa saat ini mereka mau genjot kembali sektor pariwisata. Jadi lebih baik dikembalikan saja itu harga tiket ke harga normal," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait