Tak Mau Kalah, Perang Sarung Merebak ke Remaja Putri, Saling Serang dengan Brutal di Jalanan

Namun, aksi perang sarung tak hanya dilakukan remaja lelaki. Sebuah video viral menunjukkan perang sarung juga merebak pada remaja perempuan.

Eliza Gusmeri
Jum'at, 15 April 2022 | 10:34 WIB
Tak Mau Kalah, Perang Sarung Merebak ke Remaja Putri, Saling Serang dengan Brutal di Jalanan
Bukan Main! Gerombolan Remaja Putri Perang Sarung di Jalanan

SuaraBatam.id - Belakangan aksi perang sarung yang dilakukan sekelompok remaja laki-laki marak terjadi di Batam dan Tanjungpinang.

Namun, aksi perang sarung tak hanya dilakukan remaja lelaki. Sebuah video viral menunjukkan perang sarung juga merebak pada remaja putri.

Video tersebut diunggah pemilik akun Instagram @sumsel_aktif, Jumat (15/4/2022).

Dalam video amatir itu terlihat, puluhan remaja wanita melakukan aksi perang sarung di jalanan.

Baca Juga:Viral Detik-detik Aksi Perang Sarung yang Dilakukan Remaja Wanita, Bikin Publik Geleng-geleng Kepala

Mereka saling menyerang dengan sarung dan menghempaskan pada lawan-lawan.

Suasana jalanan pun terlihat ricuh dengan aksi brutal pada gadis ini. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti dimana lokasi perang sarung remaja putri ini.

Sejarah Perang Sarung

Dikutip dari suarabogor.id, Perang Sarung atau tarung sarung ini awalnya hanyalah sebuah candaan anak laki laki yakni selepas salat dengan memukulkan sarung yang dilipat lipat atau digulung kemudian dipukulkan kepada lawan main.

Dalam sejarahnya perang sarung bermula dari kebudayaan suku Bugis di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:Perang Sarung di Bulan Puasa, Beken di Era 80-an sebagai Lelucon Sekarang Makan Korban

Suku Bugis ini memiliki keunikan tersendiri dalam adat dan budayanya. Dalam hal menyelesaikan masalah, adat suku Bugis yang dilakukan bernama Sijagang Laleng Lipa atau disebut tarung sarung.

Sijagang Laleng Lipa adalah salah satu ritual penting pada masyarakat Bugis dengan menyatukan dua pria di dalam sebuah sarung. Kedua pria tersebut kemudian akan saling bertarung dan adu kekuatan hingga keduanya sama sama mati atau sama sama hidup. Akan tetapi jarang terjadi dalam ritual ini pihak yang mati atau hidup sendirian.

Ritual ini mulai dilakukan pada masa kerajaan Bugis untuk menyelesaikan perseteruan dua keluarga. Jika ada keluarga yang terinjak harga dirinya maka pertarungan ini harus dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini