alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berdekatan dengan Gerai Smartphone, Kisah Penjual Buku Bekas yang Bertahan di Lucky Plaza

Dinar Surya Oktarini Senin, 30 Agustus 2021 | 14:56 WIB

Berdekatan dengan Gerai Smartphone, Kisah Penjual Buku Bekas yang Bertahan di Lucky Plaza
Mang Anton bersantai di tengah tumpukan buku bekas di toko miliknya. (Suara.com/fernando)

Menurut penjual buku tersebut, kondisi ini semakin memberatkan terutama sejak pandemi mulai menghantam Kota Batam.

SuaraBatam.id - Kebutuhan akan ponsel pintar, saat ini seakan menjadi salah satu faktor penting terutama bagi masyarakat Batam, Kepulauan Riau, yang menghabiskan waktu di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Gadget atau ponsel pintar, juga seakan tidak lepas terutama saat ini hampir seluruh kegiatan, lebih monoton dilaksanakan secara daring.

Namun di tengah itu semua, satu-satunya toko buku bekas di Batam, memilih tetap bertahan walaupun keberadaan toko buku ini, berada tepat di sekitar area Lucky Plaza yang dikenal sebagai lokasi penjualan gadget terpusat di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Beralamat di komplek ruko Sakura Anpan, blok E11, Nagoya, Lubukbaja, Batam, toko buku ini juga dikenal dengan sebutan toko buku Mang Anton yang diambil dari nama pemiliknya.

Baca Juga: Tren Kasus COVID-19 Menurun Sepekan, Apakah PPKM Diperpanjang?

Anton (48) saat ditemui, mengaku telah membuka usahanya selama 14 tahun, yang persis berada di tengah-tengah dua komplek perbelanjaan elite, Nagoya Hill dan juga Lucky Plaza.

Kendati modernisme terus menggerus arah pola minat masyarakat dalam membaca, Anton tetap ingin bertahan meski sehari-hari toko bukunya semakin sepi.

"Ini adalah sesuatu yang saya suka. Bukan hanya untuk mencari uang demi kebutuhan. Tapi buku memang penting bagi kita," tegasnya saat ditemui tengah bersantai di toko buku nya, Senin (30/8/2021) siang.

Walau demikian, Anton mengaku hingga saat ini sepetak ruko yang digunakannya sebagai toko buku memang masih berstatus sewa.

Keadaan saat ini, juga diakuinya semakin memberatkan terutama sejak pandemi mulai menghantam Kota Batam.

Baca Juga: Tren Kasus Covid-19 Indonesia dalam Sepekan, PPKM Diperpanjang Lagi?

"Modernisasi sudah memberatkan, pandemi masuk ke Batam juga sama memberatkan nya. Terutama untuk biaya operasional dan juga biaya sewa," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait