alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wuhan Kembali Laporkan temuan Virus Corona Baru, Pemerintah gelar tes PCR Massal

M Nurhadi Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:56 WIB

Wuhan Kembali Laporkan temuan Virus Corona Baru, Pemerintah gelar tes PCR Massal
Beberapa ranjang yang digunakan untuk menangani pasien pada masa-masa awal COVID-19 mewabah di Wuhan menjadi salah satu koleksi di Museum Anti-COVID-19 di Wuhan [Foto: Antara]

"Kami akan melakukan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduk", kata pejabat senior Wuhan Li Tao.

SuaraBatam.id - Wabah virus corona yang sempat menurun hingga para warga berani kembali beraktivitas membuat Wuhan sudah pulih dari kondisi pandemi.

Namun kini, pemangku jabatan setempat kembali melaporkan adanya temuan pertama kali sejak virus ini merebak pada 2019 lalu.

Pihak berwenang di Wuhan bergerak cepat dan menyatakan akan menggelar tes PCR massal terhadap warga kota berpenduduk 11 juta jiwa itu pada hari ini, Selasa (3/8/2021).

"Kami akan melakukan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduk", kata pejabat senior Wuhan Li Tao dinukil Batamnews-- jaringan Suara.com dari Channel News Asia.

Baca Juga: Penurunan Angka Terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim Mulai Terjadi, Kasus Sembuh Hari Ini 137

Pengumuman itu disampaikan pada Senin (2/8/2021) kemarin yang menjelaskan bahwa tujuh infeksi menular lokal telah ditemukan di antara pekerja migran di kota itu.

Temuan ini memecahkan rekor selama setahun tanpa kasus domestik setelah menekan wabah awal dengan lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal 2020.

Sebelumnya, sebagai zona merah virus corona, China membatasi penduduk seluruh kota di rumah mereka, memutus jaringan transportasi domestik dan meluncurkan pengujian massal dalam beberapa hari terakhir saat negara itu memerangi wabah virus corona terbesar dalam beberapa bulan.

China melaporkan 61 kasus domestik pada hari Selasa ketika wabah varian Delta yang menyebar cepat mencapai puluhan kota setelah infeksi di antara petugas kebersihan bandara di Nanjing memicu rantai kasus yang telah dilaporkan di seluruh negeri.

Saat ini, sejumlah kota besar termasuk Beijing kembali mengambil tindakan tegas dengan menutup kompleks perumahan dan menempatkan kontak dekat dibawah karantina.

Baca Juga: Korupsi Bansos Covid-19, Pengacara Aa Umbara Singgung Sosok Berpengaruh 'HK'

Baca Juga

Berita Terkait