alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kadinkes Kepri: Tes Corona Pertama Positif, Ya Tetap Positif Meski Tes Kedua Negatif

M Nurhadi Selasa, 06 Juli 2021 | 09:26 WIB

Kadinkes Kepri: Tes Corona Pertama Positif, Ya Tetap Positif Meski Tes Kedua Negatif
Kepala Dinas Kesehatan Kepri Bisri (Antara)

"Kalau hasil tes pertama positif, ya tetap positif meski hasil kedua dan seterusnya negatif. Itu rumusnya," kata Bisri.

SuaraBatam.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Muhamad Bisri menyebut, masyarakat tidak perlu melakukan tes usap dengan metode antigen sebanyak dua kali atau lebih jika hasil awalnya positif.

"Kalau hasil tes pertama positif, ya tetap positif meski hasil kedua dan seterusnya negatif. Itu rumusnya," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin (5/7/2021) kemarin.

Hal itu disampaikan Bisri terkait polemik hasil tes usap dengan metode antigen yang dilakukan Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan yang berbeda dengan hasil tes usap yang dilakukan sejumlah klinik di Tanjungpinang.

Perbedaan hasil tes usap yang dilakukan Pemkot Tanjungpinang dan Bintan dengan sejumlah klinik di Tanjungpinang lantas menimbulkan polemik.

Baca Juga: Tanjungpinang Hampir Jadi Milik Singapura, Sejarah Panjang Kota Penting Kesultanan Johor

Pedagang yang mengikuti tes usap antigen saat razia protokol kesehatan di Pasar Bintan Centre meragukan hasilnya, positif. Kemudian pedagang itu melakukan tes usap antigen di salah satu klinik di Tanjungpinang dengan hasil negatif.

Di Bintan, sebanyak 21 karyawan Swalayan WS ditanyakan positif COVID-19 setelah mengikuti tes usap dengan metode antigen yang dilakukan pemerintah setempat. Kemudian mereka melakukan tes usap antigen secara mandiri di salah satu klinik di Tanjungpinang, dengan hasil negatif.

Meski demikian Bisri tidak menjelaskan secara medis kenapa hasil tes usap dengan metode antigen yang dilakukan pemerintah dan klinik itu berbeda. Padahal klinik yang beroperasi di Tanjungpinang juga memiliki ijin.

"Tidak ada yang perlu dipersalahkan, semuanya benar. Yang salah itu melakukan tes antigen lebih dari sekali dalam waktu dekat. Hasil pertama negatif, terus yang kedua positif, juga ditanyakan positif. Tetap yang diambil itu positif," ucapnya.

Bisri menambahkan tes usap dengan metode antigen merupakan cara cepat untuk mengetahui apakah seseorang terpapar COVID-19 atau tidak. Antigen merupakan metode yang cukup akurat sehingga dijadikan pemerintah sebagai alat untuk mendeteksi seseorang itu tertular COVID-19 atau tidak.

Baca Juga: RSUD AW Syahrani Temukan Pasien Covid-19 Gunakan Surat Hasil PCR Palsu

"Kalau menunggu hasil dari tes usap dengan metode PCR kan butuh waktu cukup lama sehingga digunakan antigen," ujarnya kepada Antara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait