alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Pihak Atur Konflik Palestina, Mantan Kepala Inteljen: Indonesia Jangan Ikut Campur

M Nurhadi Kamis, 10 Juni 2021 | 16:37 WIB

Ada Pihak Atur Konflik Palestina, Mantan Kepala Inteljen: Indonesia Jangan Ikut Campur
Tank-tank Israel bersiap di perbatasan dengan Jalur Gaza pada 15 Mei 2021. [AFP/Jack Guez]

Kalau soal mendoakan ya doakan. Tetapi kita punya masalah sendiri juga. Secara kemanusiaan, negara-negara Arab saja meninggalkan dia. Bagaimana? kata Soleman.

SuaraBatam.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto meminta masyarakat Indonesia tidak terlalu ikut campur dalam konflik Israel dan Palestina karena menurutnya hal itu bukan urusan penting Indonesia.

“Kalau soal mendoakan ya doakan, enggak apa-apa. Ya berdoalah. Tetapi kita punya masalah sendiri juga. Secara kemanusiaan, negara-negara Arab saja meninggalkan dia. Bagaimana?” kata dia dalam Apa Kabar Indonesia.

Terlebih, merujuk pada sejarah ia mengatakan, publik bisa lebih jeli dalam melihat awal mula konflik tersebut terjadi. Menurutnya, masalah ini terkesan sulit untuk diselesaikan.

Terlebih, menurutnya pendudukan bukan berarti penjajahan sehingga bangsa Indonesia harus lebih bijak menyikapi hal ini.  Selain itu, ada pula pihak yang ingin konflik ini terus berlangsung.

Baca Juga: Debat Panas! Haji Batal, Rocky Gerung ke DPR Bahas Rasa Bersalah Arab Kepada Habib Rizieq

Ia lantas memberi saran agar Indonesia tidak perlu masuk dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Alasannya, karena di dalam negeri saat ini masih banyak masalah yang belum diselesaikan.

Penampakan ledakan akibat roket yang ditembakan oleh pasukan Israel ke Jalur Gaza pada Senin (10/5/2021) waktu setempat. Sedikitnya 20 orang tewas termasuk 9 anak-anak dan puluhan lainnya terluka akibat serangan tersebut. (Foto: AFP)
Penampakan ledakan akibat roket yang ditembakan oleh pasukan Israel ke Jalur Gaza pada Senin (10/5/2021) waktu setempat. Sedikitnya 20 orang tewas termasuk 9 anak-anak dan puluhan lainnya terluka akibat serangan tersebut. (Foto: AFP)

“Karena ini sudah seperti benang kusut, dari awal sudah kusut, lalu kita sekarang mau masuk ke dalam kekusutan, sementara di sini banyak masalah yang belum diselesaikan,” ujar dia.

“Timur Tengah saja enggak ikut mereka, karena sadar ada benang kusut di sana, mana yang harus didahulukan. Ini masalah yang dekat acuh-acuh saja, sementara yang jauh dipedulikan. Sementara Israel dan Palestina itu ibarat ayam dan telur, tinggal siapa yang memulai konflik lagi, pecah lagi,” sambungnya, melansir Hops.id --jaringan Suara.com.

Ia berpendapat, konflik Israel dan Palestina adalah konflik yang sengaja dipelihara oleh pihak-pihak tertentu karena ada keuntungan yang diperoleh dari konflik tersebut.

“Harus dilihat, di belakangnya itu ada apa? Apakah tidak dipelihara, apakah diperlihara? Sebab ada kepentingan-kepentingan sesaat oleh orang-orang yang membutuhkan daya tarik, perhatian,” kata dia.

Baca Juga: Portugal vs Israel: Ronaldo Cetak Gol, Selecao Das Quinas Menang 4-0

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait