alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nilai Valuasi Decacorn Gojek-Tokopedia Capai Rp28 Trilyun, Bakal IPO Dual Listing?

M Nurhadi Kamis, 10 Juni 2021 | 11:10 WIB

Nilai Valuasi Decacorn Gojek-Tokopedia Capai Rp28 Trilyun, Bakal IPO Dual Listing?
Ilustrasi gojek (Gojek.com)

"Dengan angka sebesar itu akan sulit hanya IPO di Indonesia. Perlu dual listing supaya bisa terserap," kata Rudiantara.

SuaraBatam.id - Saat ini semakin banyak perusahaan teknologi yang melakukan initial public offering (IPO) memberi manfaat positif bagi perkembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk jika entitas gabungan Gojek dan Tokopedia (GoTo).

Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara mengatakan, GoTo jadi salah satu perusahaan yang ramai diperbincangkan untuk IPO, pasalnya mereka adalah Decacorn, sehingga perlu menjadi perhatian bagi BEI terkait kemampuan penyerapan pasar.

Bila GoTo masuk ke pasar modal maka valuasinya bisa mencapai 20 miliar sampai 30 miliar dolar AS. Seandainya saham yang dilepas kepada publik sebesar 10 persen dari valuasi, maka nilainya mencapai 2 miliar - 3 miliar dolar AS atau setara Rp28 triliun.

"Dengan angka sebesar itu akan sulit hanya IPO di Indonesia. Perlu dual listing supaya bisa terserap," kata dia dalam siaran pers, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Presdir BCA: Menyedihkan, 90 Persen Barang di e-commerce Indonesia Adalah Produk Impor

Menteri Komunikasi Informatika (Menkominfo) periode 2014 – 2019 itu menyatakan dukungannya agar perusahaan Fintech Indonesia bisa melakukan IPO di pasar modal Indonesia.

Menurutnya, ada beberapa isu perusahaan teknologi bottom line, yakni belum mencatatkan laba dan tidak memiliki tangible assets bernilai besar, namun memiliki pertumbuhan bisnis yang sangat tinggi.

"Perlu adanya penyesuaian parameter bagi eligibilitas perusahaan teknologi untuk melakukan IPO terkait performa bisnis, keuangan, tangible assets dan lain sebagainya dengan tetap memperhatikan aspek fairness bagi perusahaan konvesional,” kata dia.

Saham teknologi

Inisiator dan Ketua Indonesia Fintech Society (IFSoc) Mirza Adityaswara berpendapat, sejak dua tahun terakhir terjadi fenomena pasar modal di berbagai negara maju digerakkan oleh saham teknologi.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Pembelian Perabot Rumah Tangga Meningkat Sampai 2 kali Lipat

Hal serupa juga berpotensi terjadi di Indonesia, sejalan tingginya minat investor global untuk pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia dengan market besar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait