facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tokoh Pembentuk Kepri Sindir Pendukung Rencana Natuna-Anambas Pisah

Antonio Juao Silvester Bano Minggu, 16 Mei 2021 | 17:08 WIB

Tokoh Pembentuk Kepri Sindir Pendukung Rencana Natuna-Anambas Pisah
ILUSTRASI Situasi Kepulauan Riau (Antara)

"Saya sangat menyayangkan (dukungan) pimpinan daerah pada daerah lain di Kepri yang ingin bentuk provinsi sendiri," katanya.

SuaraBatam.id - Tokoh sentral perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Huzrin Hood mengkritik pimpinan daerah di Kepri.

Dia menyayangkan sikap pimpinan daerah di Kepri yang mendukung rencana Natuna-Anambas pisah dari Kepri. Karena, kata dia, pembentukan Kepri diperjuangkan semua elemen masyarakat.

"Saya sangat menyayangkan (dukungan) pimpinan daerah pada daerah lain di Kepri yang ingin bentuk provinsi sendiri," kata pria yang juga menjabat sebagai  Ketua Umum Badan Penyelaras Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) ini dilasir dari BatamNews.co.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (15/5/2021). 

Menurutnya, seharusnya pimpinan daerah memberikan pemahaman kepada masyarakat yang hendak memisahkan diri dari Kepri.

Baca Juga: KM Sinar Mas Terbakar di Laut Natuna, Tiga Orang Luka-luka

"Kita hilangkan semangat untuk memisahkan diri itu, harusnya berpikir bagaimana agar fokus mensejahterakan masyarakat. Saya juga telah datang ke Anambas, ternyata masyarakat di sana tidak menginginkan berpisah dengan Kepri," tutur Huzrin. 

Dia mengungkapkan,  hal serupa juga sempat terjadi pada tahun lalu. Yakni, terdapat sekelompok masyarakat yang hendak membentuk Provinsi Batam.

Namun keinginan itu dapat diredam karena adanya kesadaran dari masyarakat Batam pesisir yang memiliki perekonomian yang kuat dan tetap ingin bergabung dengan Provinsi Kepri.

"Harusnya pemimpin daerah juga seperti itu, tidak justru mendukung pemisahan diri, sebab pastinya akan timbul masalah baru. Pemimpin daerah fokus saja untuk mensejahterakan masyarakat Kepri," tandasnya.

Baca Juga: Bertambah 194 Kasus, 13.198 Warga Kepri Terpapar Covid-19

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait