alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cara Dapat Kuota Internet 10 GB dari Kemendikbud Maret - April 2021

Pebriansyah Ariefana Selasa, 02 Maret 2021 | 06:15 WIB

Cara Dapat Kuota Internet 10 GB dari Kemendikbud Maret - April 2021
Naura Nadhifatul (8) mengerjakan tugas sekolah secara online melalui kiriman video dari gurunya di warung milik orangtuanya, Kelurahan Panggung, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020). [ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah]

Pada tahun 2021, kuota belajar tidak diadakan kembali dan semuanya menjadi kuota umum.

SuaraBatam.id - Cara dapat kuota internet 10 GB dari Kemendikbud atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kuota internet ini diberikan Maret sampai April 2021.

Subsidi kuota internet untuk pengajar dan siswa/mahasiswa kembali dilanjutkan mulai Maret 2021 hingga tiga bulan ke depan.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan, pada subsidi internet 2021 ini akan dibuat beberapa perubahan. Perubahan paling besar adalah jumlah kuota umum dan kuota belajar.

Pada tahun 2021, kuota belajar tidak diadakan kembali dan semuanya menjadi kuota umum.

Baca Juga: Baru Diumumkan, Ini Cara Dapatkan Kuota Internet Gratis Kemendikbud

Walaupun demikian, jumlah kuota yang diterima akan mengalami sejumlah perubahan setiap jenjang pendidikan.

"Kami mendengarkan semua masukan dari masyarakat dan ini adalah modifikasi yang kita lakukan sehingga kita bisa mencapai titik tengah dimana cukup giganya, tapi kualitas penggunaannya dimaksimalkan," kata Nadiem, dalam telekonferensi, Senin (1/3/2021).

Masing-masing siswa jenjang pendidikan mendapatkan subsidi kuota yang berbeda.

Siswa PAUD akan mendapatkan kuota internet sebanyak 7 GB per bulan, sementara untuk SD, SMP, dan SMA mendapatkan kuota internet 10 GB per bulan.

Sementara itu, pendidik baik jenjang PAUD, sekolah dasar dan menengah akan mendapatkan kuota sebesar 12 GB per bulan. Untuk mahasiswa dan dosen, subsidi kuota akan diberikan sebanyak 15 GB per bulan.

Baca Juga: Dibuka Lagi! Cara Dapat Subsidi Kuota Internet Kemendikbud Maret 2021

Nadiem menjelaskan, berbeda dengan sebelumnya, kuota ini bisa digunakan untuk membuka apapun yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar, termasuk Youtube. Namun, beberapa laman dan aplikasi sudah diblokir, khususnya yang terkait dengan hiburan seperti permainan online dan aplikasi sosial media seperti Facebook dan TikTok.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait