alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngabalin Doakan Refly Harun dan Ustaz Yahya Dipenjara Bersama Gus Nur

Pebriansyah Ariefana Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:45 WIB

Ngabalin Doakan Refly Harun dan Ustaz Yahya Dipenjara Bersama Gus Nur
Ali Ngabalin (Foto:Ist)

Ngabalin bersyukur atas ditangkapnya Gus Nur.

SuaraBatam.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mendoakan Refly Harun dipenjara bersama Gus Nur. Refly Harun adalah pakar hukum tata negara yang wawancara Gus Nur membongkar NU di era Jokowi.

Karena pernyataan di video Refly Harun itulah, Gus Nur ditangkap.

Ngabalin bersyukur atas ditangkapnya Gus Nur.

“Sugi selamat datang di Hotel Prodeo. Mulutmu adalah harimau kau, tahukah kau wahai Sugi, semua orang memberi apresiasi pada Bareskrim Polri kita,” kata Ngabalin di akun Instagram resminya, seperti dikutip Selasa (27/10/2020).

Gus Nur ditangkap di rumahnya (@MurtadhaOne1)
Gus Nur ditangkap di rumahnya (@MurtadhaOne1)

Bukan cuma Gus Nur, Ngabalin juga doakan agar Refly Harun turut serta segera ditangkap aparat kepolisian. Termasuk pendakwah lainnya, yakni Ustaz Yahya Waloni.

Dua orang ini, diketahui juga gencar mengkritik Pemerintahan Jokowi di berbagai kesempatan.

“Kami juga mendoakan agar sahabatmu Waloni dan Refly bisa nyusul kau, biar kalian tahu inilah demokrasi, pancasila azas negeri ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ngabalin berharap agar para penghujat orang lain untuk berhenti melakukan tindakan demikian. Sebab, hal itu dianggap tak elok dilakukan.

Tangkapan Layar VideoRefly Harun Sebut Rezim Jokowi Sama Dengan Orba, Menghindari Kata Revolusi (YouTube Refly Harun Official).
Tangkapan Layar VideoRefly Harun Sebut Rezim Jokowi Sama Dengan Orba, Menghindari Kata Revolusi (YouTube Refly Harun Official).

Apalagi di dalam negeri yang terkenal akan kebhinekaannnya, termasuk kerukunan beragamanya.

“Sugi semoga kau cepat siuman, yang lain berhentilah kalian menghujat dan mencaci maki, mengkafir-kafirkan orang lain, kita mau rukun dan damai hidup di negeri ini semua komunitas rukun dan damai Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu serta aliran kepercayaan, semuanya memiliki NKRI dengan hak dan kedudukan yang sama. Berhentilah kalian menyebarkan kebencian,” kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait