Batam

Kasus COVID-19 Membludak, Pemerintah Kepri Terlambat Umumkan Data

Keterlambatan pengelolaan hingga pendistribusian data, ujar Tjetjep, disebabkan lantaran jumlah pasien positif COVID-19 di Batam meningkat tajam.

M Nurhadi

Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/Martin Sanchez)
Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/Martin Sanchez)

SuaraBatam.id - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengaku terlambat sehari mengumumkan data COVID-19 untuk hari Kamis (30/7/2020) kemarin. Mereka beralasan, hal itu terjadi karena jumlah pasien yang tertular virus corona jenis baru di wilayah tersebut membludak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri dr Tjetjep Yudiana menjelaskan kepada Antara, hingga pukul pukul 16.30 WIB data terbaru COVID-19 tersebut belum diterima. Keterlambatan pengelolaan hingga pendistribusian data, ujar Tjetjep, disebabkan lantaran jumlah pasien positif COVID-19 di Batam meningkat tajam.

Ia melanjutkan, Pemkot Batam pada Jumat pagi mendistribusikan data COVID-19 tertanggal 30 Juli 2020. Data itu merupakan hasil pemeriksaan tes usap (swab) oleh tim analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

Hasilnya, ada 25 warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif COVID-19, terdiri atas 12 orang perempuan dan 13 orang orang laki-laki. Selain itu, 23 orang Pekerja Migran Indonesia yang baru datang dari Malaysia dan Singapura juga positif COVID-19.

Faktor lain yang menyebabkan distribusi data terhambat yakni tim pengelola data di BTKLPP Kelas I Batam tidak melaksanakan tugas menjelang maghrib karena mempersiapkan Idul Adha 1441 Hijriah. Seharusnya, data pasien COVID-19 kabupaten dan kota sebaiknya seperti hari-hari sebelumnya didistribusikan tepat waktu yakni pukul 12.00 WIB.

Data untuk hari Jumat ini pun sampai belum didistribusikan hingga pukul 18.00 WIB. Padahal biasanya, data terbaru COVID-19 didistribusikan kepada publik mulai pukul 15.30-17.00 WIB.

"Seharusnya data terbaru setelah pukul 12.00 WIB masuk ke hari berikutnya. Ini 'kan sudah dilakukan berbulan-bulan," katanya di Tanjungpinang, Jumat (31/7/2020).

Ia mengatakan data terbaru COVID-19 dibutuhkan Pemprov Kepri, wartawan dan masyarakat sehingga membutuhkan kedisiplinan dalam pengelolaan dan pendistribusian data.

"Kami sampai sekarang juga masih menunggu. Kami juga memahami kebutuhan wartawan dan masyarakat terhadap data tersebut," pungkas Tjetjep Yudiana.

Berita Terkait

Berita Terkini