- Warga Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, ramai membagikan penampakan fenomena hujan meteor Taurid Selatan di media sosial pada Rabu, 4 November 2026.
- Fenomena langit malam yang berasal dari sisa Komet Encke tersebut mencapai puncak aktivitasnya pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.
- Masyarakat dapat mengamati meteor berkecepatan lambat ini secara langsung menggunakan mata telanjang tanpa memerlukan teleskop di lokasi terbuka bebas polusi cahaya.
SuaraBatam.id - Fenomena hujan meteor Taurid Selatan menjadi perhatian warga Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (4/11/2026) malam.
Penampakan benda langit tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah warga membagikan momen kemunculannya melalui media sosial.
Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, unggahan fenomena langit malam itu terlihat di Instagram Story, WhatsApp Story hingga berbagai platform media sosial lainnya.
Hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncak aktivitas pada Rabu (4/11/2026) malam hingga Kamis (5/11/2026) dini hari.
Fenomena astronomi ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, khususnya mereka yang gemar mengamati keindahan langit malam.
Mengutip laman Space, hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan menghasilkan sekitar 5 hingga 10 meteor per jam ketika mencapai puncaknya, dengan catatan kondisi pengamatan mendukung.
Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah setelah tengah malam. Pada periode tersebut, konstelasi Taurus yang menjadi titik radian atau lokasi asal kemunculan meteor tampak cukup tinggi di langit.
Berasal dari Sisa Komet Encke
Hujan meteor Taurid Selatan merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Bumi melintasi jalur serpihan debu dan material sisa Komet Encke atau 2P/Encke.
Material tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar akibat gesekan dengan atmosfer sehingga terlihat sebagai garis cahaya di langit.
Berbeda dengan sejumlah hujan meteor lainnya, Taurid Selatan memiliki karakteristik meteor yang bergerak relatif lambat.
Fenomena ini juga sesekali menghasilkan meteor sangat terang yang dikenal dengan istilah fireball atau bola api.
Kemunculan meteor terang tersebut menjadi salah satu daya tarik hujan meteor Taurid Selatan bagi para pengamat langit.
Bisa Diamati dengan Mata Telanjang
Masyarakat yang ingin menyaksikan hujan meteor Taurid Selatan tidak perlu menggunakan teleskop maupun teropong khusus. Fenomena ini dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Hujan Meteor Hiasi Langit Malam Lingga, Bisa Disaksikan Tanpa Teleskop
-
Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy