- Warga Batam bernama Fransiska Mawar Menik diperiksa Polda Kepri pada Senin, 19 Oktober 2026.
- Pemeriksaan dilakukan karena Fransiska mengkritik pemadaman listrik massal di Batam melalui aplikasi Threads.
- Kuasa hukum mempertanyakan keabsahan pelapor bernama Deni serta penerapan pasal delik aduan tersebut.
SuaraBatam.id - Seorang warga Batam bernama Fransiska Mawar Menik memenuhi pemeriksaan Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (19/10/2026).
Pemilik akun Threads @fransiscabrook92 tersebut diperiksa polisi terkait kritikan pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Batam dan sekitarnya.
Kuasa hukum Fransiska, Yopta Eka Saputra dari kantor hukum Tanu and Partner, menyoroti proses hukum yang berjalan sangat cepat serta kejanggalan sosok pelapor.
"Jadi hari ini Ibu Fransiska memenuhi panggilan terkait postingan di Threads yang sempat ramai. Sebagai warga negara, ya kita mengikuti lah apa yang menjadi undangan. Kita baru tau juga pelapor namanya Deni. Gitu, yang kita nggak tau juga hubungannya apa langsung terkait postingan tersebut," ujarnya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com.
Fransiska diperiksa menyusul laporan yang masuk pada 14 atau 15 Oktober berdasarkan surat kepolisian.
Namun, Yopta mempertanyakan penerapan pasal dalam pemanggilan, yakni dugaan tindak pidana pencemaran tertulis sesuai Pasal 441 Ayat (1) Jo Pasal 433 Ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Ini kan pasal 433 nih sama 441, ini seharusnya delik aduan. Kalau memang yang merasa terhina di situ, ini karena subjek delik ya, keterhinaan itu kan dari diri sendiri langsung tuh, seharusnya memang Ibu Li Claudia atau Pak Kwin Fo itu, sebagai direktur. Bukan lewat (Deni)," terangnya.
Proses pemanggilan ini menyisakan trauma bagi Fransiska. Ia mengaku terintimidasi karena surat undangan klarifikasi tersebut diantarkan langsung ke rumahnya pada larut malam oleh pihak kepolisian.
"Jam 11 digedor-gedor, iya. Ada 3 orang polisi datang, saya intip dari jendela, saya bilang, 'Bapak dari mana?' 'Dari Siber Polda'. 'Oh iya, kepentingannya apa?' 'Mau mengantar surat panggilan terhadap saya mengenai utas saya di Threads yang masuk sampai ke channel News Asia'," ungkap Fransiska menceritakan kronologinya.
"Terganggu dengan datangnya 3 polisi ke rumah saya, saya merasa diintimidasi Bapak-bapak. Betul, saya merasa diintimidasi. Hari ini anak saya tidak sekolah, karena saya juga merasa diintimidasi," sebutnya.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung dengan sekitar 20 pertanyaan tersebut, Fransiska dicecar mengenai motivasi di balik unggahannya, termasuk tuduhan apakah dirinya adalah buzzer bayaran.
"Dan pertanyaan salah satunya itu, pertanyaan tadi di dalam, apakah saya dibayar pihak mana ya. Buzzer dibayar untuk posting ini. Sama sekali. Saya murni perseorangan, pribadi, saya mengatasnamakan Warga Indonesia, Warga Batam," tegas Fransiska membantah tuduhan tersebut.
"Memang kami tegaskan di sini kami bukan antek-antek asing nih. Ah ini kegelisahan saja nih. Kegelisahan kita sebagai warga negara, terkait apa, adanya pemutusan atau blackout massal ya, di 12 jam itu," ujarnya lebih lanjut.
Fransiska juga menepis tuduhan bahwa dirinya memiliki koneksi dengan akun gosip besar untuk memviralkan isu ini.
"Saya sama sekali nggak ada koneksi Lambe Turah. Channel news aja saya memang murni menyuarakan bahwa mati lampu. Jadi mungkin pemerintah, saya nggak tahu ya pemerintah kebakaran jenggot," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah
-
PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen
-
Pimpinan LIRA Kepri Ditangkap Bareskrim Polri, Diduga Peras Pengusaha Rp9 Juta
-
PLN Batam Klaim Blackout Tak Berkaitan dengan Pengujian Data Center