Andi Ahmad S
Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:28 WIB
Suasana Kantor DPRD Batam saat blackout total, Senin (12/10/2026). Aktivitas rapat dan pelayanan publik lumpuh total lantaran pasokan listrik padam sejak pagi. [Dok Batamnews]
Baca 10 detik
  • PT PLN Batam menggandeng Bareskrim Polri dan Polda Kepri untuk menyelidiki pemadaman listrik di Batam dan Bintan pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Penyelidikan berfokus pada rekaman CCTV Gardu Induk Sei Harapan yang arah kameranya bergeser sehari sebelum gangguan kelistrikan terjadi.
  • PLN Batam menyerahkan seluruh pemeriksaan lanjutan kepada pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut secara transparan.

Namun, menurut dia, kawat tersebut dalam kondisi tidak dialiri listrik saat percikan api terjadi.

"Biasanya pagar tersebut dalam keadaan dialiri listrik, namun pada saat percikan terjadi, kawat tersebut mati," katanya.

Kwin menegaskan, PLN Batam tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab gangguan sebelum hasil penyelidikan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kami dari PLN Batam tidak berani berspekulasi bahwa hewan liar yang menyebabkan percikan api itu. Benar atau tidaknya masih harus dibuktikan. Itu merupakan dugaan awal dari pihak PLN Batam," ujarnya.

PLN Batam kini menyerahkan proses pendalaman lebih lanjut kepada kepolisian, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV dan kondisi peralatan di lokasi kejadian.

Pihaknya juga meminta masyarakat bersabar hingga hasil penyelidikan Bareskrim Polri dan Polda Kepri dapat mengungkap penyebab pasti gangguan kelistrikan tersebut.

"Kami mohon agar masyarakat dapat bersabar untuk mendengar temuan dari Tim Bareskrim Polri dan Polda Kepri. Karena pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah temuan, termasuk rekaman CCTV dan kondisi peralatan di lokasi," tutupnya. [Antara].

Load More