Andi Ahmad S
Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:28 WIB
Suasana Kantor DPRD Batam saat blackout total, Senin (12/10/2026). Aktivitas rapat dan pelayanan publik lumpuh total lantaran pasokan listrik padam sejak pagi. [Dok Batamnews]
Baca 10 detik
  • PT PLN Batam menggandeng Bareskrim Polri dan Polda Kepri untuk menyelidiki pemadaman listrik di Batam dan Bintan pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Penyelidikan berfokus pada rekaman CCTV Gardu Induk Sei Harapan yang arah kameranya bergeser sehari sebelum gangguan kelistrikan terjadi.
  • PLN Batam menyerahkan seluruh pemeriksaan lanjutan kepada pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut secara transparan.

SuaraBatam.id - Investigasi mendalam terkait insiden pemadaman listrik di wilayah Batam dan Bintan pada Senin (12/10/2026) terus bergulir.

PT PLN Batam secara resmi melibatkan Bareskrim Polri dan Polda Kepri untuk menelusuri penyebab gangguan di Gardu Induk Sei Harapan.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa fokus penyelidikan saat ini tertuju pada perubahan arah kamera CCTV yang sebelumnya mengawasi trafo terdampak.

Pemeriksaan rekaman kamera pemantau telah dilakukan sejak Sabtu (17/10) guna mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

"Kami juga sudah membuka rekaman CCTV Gardu Induk Sei Harapan sejak Sabtu (17/10) dan kami juga berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Polri dan Polda Kepri agar dapat melakukan penyelidikan," kata Kwin Fo di Batam, Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, posisi kamera tersebut diketahui bergeser pada Minggu (11/10), sekitar pukul 18.43 WIB, atau sehari sebelum gangguan kelistrikan terjadi.

Akibat perubahan posisi tersebut, trafo yang mengalami percikan api tidak lagi terlihat jelas dalam rekaman CCTV.

Kwin mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pergeseran kamera tersebut. Ia menduga perubahan posisi itu dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses atau berkaitan dengan pengoperasian peralatan di lokasi.

Namun, dugaan tersebut masih perlu didalami untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Selain temuan CCTV, PLN Batam juga mendalami dugaan awal mengenai keberadaan hewan liar di sekitar peralatan gardu induk.

Dugaan tersebut sebelumnya disampaikan PLN Batam melalui keterangan resmi pada Selasa (13/10). Meski demikian, Kwin menegaskan bahwa keberadaan hewan liar belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan listrik.

Menurutnya, saat petugas PLN Batam tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB setelah kejadian percikan api, tidak ditemukan hewan liar di area tersebut.

Hewan liar baru terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, tim PLN menemukan seekor hewan di bawah trafo dalam kondisi terduduk, mengalami luka bakar, dan terlihat lemah.

"Jadi saat petugas PLN Batam tiba di lokasi jam 7 pagi, setelah kejadian percikan api di Gardu Induk Sei Harapan, tidak ditemukan hewan liar di sana. Namun, hewan liar tersebut baru terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Tim PLN melihat seekor hewan liar di bawah trafo dalam kondisi terduduk, mengalami luka bakar, dan terlihat lemah," jelasnya.

Kwin juga menerangkan bahwa area gardu induk dilengkapi pagar dengan pipa-pipa putih yang dipasangi kawat beraliran listrik untuk mencegah masuknya hewan liar.

Load More