Eko Faizin
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Warga terlihat duduk lesehan di salah satu kafe di Batam untuk mengecas telepon seluler saat pemadaman listrik massal, Senin (12/10/2026). [Dok Batamnews]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal melanda Kota Batam pada Senin, 12 Oktober 2026, hingga melumpuhkan aktivitas warga.
  • Warga dan mahasiswa mendatangi Mega Mall Batam untuk mengisi daya perangkat elektronik dan mencari sinyal internet.
  • Para pengungsi bertahan di mal sambil membawa terminal kabel sendiri demi menunggu aliran listrik kembali normal.

SuaraBatam.id - Kota Batam dilanda pemadaman listrik massal atau blackout sejak pagi hingga siang hari membuat aktivitas warga lumpuh total, Senin (12/10/2026).

Pusat perbelanjaan menjadi salah satu incaran warga Batam di tengah pasokan listrik yang terhenti dan jaringan komunikasi yang mendadak hilang.

Sejak pagi, area Mega Mall Batam dipenuhi pengunjung yang memanfaatkan setiap sudut yang memiliki stopkontak. Mereka mengecas telepon seluler, laptop, hingga perangkat elektronik lainnya.

Cuaca Batam yang terik siang itu semakin mendorong warga berbondong-bondong masuk ke mal, mencari pendingin ruangan sekaligus sinyal internet.

Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Batam mengaku terpaksa memindahkan ruang kerjanya ke mal.

Ia datang bukan sekadar untuk mendinginkan diri, tetapi juga mengisi daya ponsel agar bisa menyelesaikan pekerjaan dan administrasi sekolah yang tertunda akibat listrik padam.

Bukan hanya pekerja, rombongan mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam juga "mengungsi" ke Mega Mall.

Mereka datang berkelompok karena kampus dan tempat tinggal mereka sama-sama kehilangan listrik dan jaringan.

Para mahasiswa ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Piayu, Tiban, hingga Batu Aji—kawasan yang seluruhnya dikonfirmasi mengalami pemadaman total.

Yang menarik, demi memastikan semua perangkat bisa terisi daya, mereka sampai membawa stopkontak atau terminal kabel sendiri.

"Iya, ini dari kami teman-teman di sini, patungan beli ini buat ngecas, Kak," ujar Ivana, salah satu mahasiswa Politeknik Batam.

Mereka mengaku beruntung karena pihak sekuriti Mega Mall tidak melarang aktivitas mereka.

"Karena di kampus kami nggak ada jaringan, dan di rumah juga nggak ada jaringan dan nggak bisa nyala. Jadi memang datang ke sini untuk ngecas HP dan nyari sinyal," tambahnya.

Namun, kondisi di dalam Mega Mall tidak sepenuhnya mulus. Mal tersebut rupanya juga sempat terdampak pemadaman yang membuat area dalam pusat perbelanjaan menjadi gelap.

"Tadi sempat mati-mati di sini. Baru hidup aja," ungkap seorang mahasiswa di lokasi.

Load More