- Kabut asap yang membatasi jarak pandang menyebabkan pembatalan penerbangan Lion Air rute Batam-Jambi pada Kamis (8/10/2026).
- Maskapai penerbangan memberikan solusi kepada penumpang yang kecewa berupa opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket.
- Keputusan pembatalan diambil demi mengutamakan keselamatan penerbangan akibat cuaca buruk di Bandara Sultan Thaha.
SuaraBatam.id - Jarak pandang terbatas di Bandara Sultan Thaha, Jambi berdampak jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Kamis (8/10/2026).
Penerbangan Lion Air rute Batam-Jambi yang dijadwalkan lepas landas pukul 17.00 WIB terpaksa batal berangkat karena cuaca di bandara tujuan tidak memungkinkan untuk pendaratan akibat kabut asap.
Pembatalan membuat sejumlah calon penumpang kecewa. Mereka yang sudah bersiap melakukan perjalanan harus mengubah jadwal keberangkatan atau mengajukan pengembalian uang tiket.
"Penumpang disuruh memilih mau refund atau reschedule," ujar penumpang, Ria kepada Batamnews--jaringan Suara.com, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pihak maskapai menyampaikan bahwa penerbangan tidak dapat dilaksanakan karena jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sangat terbatas akibat kabut asap.
Seorang staf Lion Air juga membenarkan bahwa kondisi cuaca di Jambi mengganggu operasional penerbangan.
"Sejak tadi pagi hingga sore, belum ada pesawat yang bisa landing di Jambi," ujar staf Lion Air tersebut.
Ia menjelaskan, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sehingga pesawat tidak dapat diberangkatkan menuju Jambi dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Meski penerbangan dibatalkan, pihak maskapai memastikan tiket penumpang tetap berlaku untuk proses penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai ketentuan.
"Kalau mau reschedule atau refund dipersilakan. Tiket tidak hangus," katanya.
Sejumlah penumpang tampak kecewa dengan pembatalan mendadak tersebut. Namun, mereka akhirnya menerima keputusan maskapai setelah mendapat penjelasan mengenai kondisi kabut asap yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan.
Kabut asap yang mengurangi jarak pandang menjadi kendala serius bagi aktivitas penerbangan, terutama saat proses lepas landas dan pendaratan.
Hingga Kamis sore, belum ada kepastian kapan penerbangan Lion Air rute Batam-Jambi dapat kembali beroperasi normal.
Sementara itu, jumlah keseluruhan penerbangan yang terdampak gangguan kabut asap di Bandara Hang Nadim Batam masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak pengelola bandara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Lion Air Rute Batam-Jambi Batal Terbang Gegara Kabut Asap
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri