- Kepala Imigrasi Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya akibat dugaan kasus pungli di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau.
- Ditjen Imigrasi menarik Hajar Aswad bersama delapan petugas lainnya ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus tersebut.
- Imigrasi memblokir agen atau calo yang terlibat pungli dan mempertimbangkan pelibatan kepolisian untuk menjaga citra pariwisata internasional Indonesia.
SuaraBatam.id - Kepala Imigrasi Kota Batam Hajar Aswad dicopot dari jabatannya menyusul kasus dugaan pungli yang dilakukan oknum anggotanya terhadap warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri).
Ia juga ditarik dalam rangka pemeriksaan. Selain Hajar Aswad, sejumlah petugas yang diduga terlibat juga telah ditarik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Dirjen Imigrasi sudah menarik sementara Kepala Kantor dan anggota yang terlibat untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini posisi Kepala Kantor diisi oleh Pelaksana Harian (PLH)," kata Kasubdit Patnal Ditjen Imigrasi, Washington Napitupulu, melansir Batamnews, Jumat, 3 April 2026.
Ia mengungkapkan, sejauh ini sedikitnya delapan orang petugas Imigrasi Batam telah diperiksa terkait dugaan pungli tersebut.
“Sudah ada delapan orang yang diperiksa,” katanya.
Tak hanya internal, pihak Imigrasi juga mengambil langkah tegas terhadap pihak eksternal yang diduga terlibat dalam praktik tersebut, yakni dengan memasukkan agen atau calo ke dalam daftar hitam.
“Untuk agen atau calo yang terlibat sudah kami blacklist. Jika nanti ada laporan dari korban, penanganannya bisa dilanjutkan ke pihak Kepolisian,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Batam merupakan salah satu pintu masuk internasional utama di Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.
Dugaan praktik pungli terhadap WNA di pintu masuk internasional itu dikhawatirkan dapat berdampak pada citra pariwisata dan menurunkan kepercayaan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Batam.
Berita Terkait
-
Viral Diduga Pungli Jembatan Gantung di Tasikmalaya, Padahal Dibangun KemenPU
-
Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi
-
Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan
-
Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!
-
KPK Sita Uang Jutaan Rupiah Diduga Hasil Pungli di BPN Bogor
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi