- Seorang pengusaha di Kota Batam harus kehilangan uang miliaran rupiah.
- Korban terkena scam website perbankan palsu karena mengisi data di link tersebut.
- Akibatnya, uang miliaran yang ada di dalam rekening dikuras pelaku penipuan.
SuaraBatam.id - Seorang pengusaha di Kota Batam merugi hingga miliaran rupiah akibat scam website perbankan palsu. Korban terjebak link perbankan yang ternyata scam website palsu.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri), AKBP Arif Mahari mengaku sudah menerima laporan tersebut pekan lalu.
"Korban ini mengakses link perbankan yang biasa digunakannya, ternyata website tersebut palsu cuma mirip tulisannya," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).
AKBP Arif mencontohkan, link website perbankan itu merupakan salah satu bank swasta. Korban mengira link website-nya resmi karena berada di daftar teratas pencarian google.
"Jadi dikiranya itu website resmi, karena berada di daftar atas pencarian Google," ujarnya.
Lalu, lanjut dia, pengusaha tersebut melakukan transaksi melalui link tersebut dan memasukkan datanya (ID dan password) tanpa mencurigai link tersebut scam website palsu.
Setelah beberapa lama, korban menyadari ada transaksi mencurigakan di rekeningnya. Hingga uang miliaran di rekeningnya terkuras.
Penyidik telah menerima laporan polisi dari korban, dan melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran, pelaku penipuan setelah menarik uang korban, dalam hitungan menit langsung memecahnya ke sejumlah rekening sehingga kesulitan untuk dilacak.
"Kasus ini sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar situs teratas di pencarian Google tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut," ujarnya.
Saat ini penyidik masih meminta keterangan dari pelapor sebagai langkah awal pendalaman kasus. Selain pelanggaran ilegal akses, juga ada keteledoran dari nasabah yang tidak teliti saat mengakses link perbankan.
Oleh karena itu, Arif mengimbau masyarakat agar lebih teliti lagi ketika mengakses link di pencarian internet. Tidak semua link teratas merupakan link resmi, bisa jadi link penipuan.
"Pastikan sebelum mengakses link tersebut, resmi atau tidak sebelum melakukan transaksi," tegas Arif. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita
-
2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah