SuaraBatam.id - Seorang pendidik kurikuler (CCA) di Singapura terbukti bersalah telah mencabuli 13 siswa laki-laki di Sekolah Menengah Atas. Aksi itu sudah dilakukannya selama tiga tahun.
Pria 40 tahun yang tidak disebutkan inisial itu dihukum penjara selama tiga setengah tahun dan delapan kali cambukan rotan serta denda sebesar S$2.500 pada hari Senin (20/11).
Dari hasil investigasi mengungkapkan bahwa dia mencabuli para siswa antara akhir 2015 dan 2018.
Pria itu adalah seorang pendidik atau staf non-pengajar yang bekerja dengan guru untuk membina dan mengembangkan siswa, seperti konselor sekolah. Ia telah bekerja di sekolah menengah tersebut sejak sekitar tahun 2008.
Mengutip todayonline, Wakil Jaksa Penuntut Umum (DPP) Lee Zu Zhao mengungkapkan salah satu aksinya pada bulan Mei hingga Oktober 2017, pria tersebut memasukkan tangan ke dalam celana anak laki-laki berusia 14 tahun dan menyentuh bagian pribadinya.
Dia juga melakukan percakapan seksual dengan siswa berusia 14 tahun lainnya, kata Wakil Jaksa Penuntut Umum (DPP) Lee Zu Zhao.
Tahun berikutnya ia kembali beraksi dengan meremas kelamin seorang siswa laki-laki lainnya ketika duduk di pangkuan pria itu.
Berita Terkait
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar
-
Batam Siapkan Aturan Pembatasan Gadget bagi Anak-anak