SuaraBatam.id - Jumlah pengangguran di Batam meningkat dalam lima tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam baru saja merilis tingkat pengangguran di Batam berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan terakhir.
Melansir Batamnews--jaringan suara.com, berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki pada tahun 2018 mencapai 11,01 persen, mengalami penurunan menjadi 8,60 persen pada tahun 2019, tetapi kemudian naik drastis menjadi 12,32 persen pada tahun 2020.
Pada tahun 2021, tingkat pengangguran laki-laki mencapai 10,99 persen, dan pada tahun 2022, angka tersebut sedikit turun menjadi 8,97 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran perempuan pada tahun 2018 sebesar 8,35 persen. Angka pengangguran perempuan ini mengalami penurunan pada tahun 2019 menjadi 7,77 persen, namun kembali mengalami kenaikan drastis menjadi 10,89 persen pada tahun 2020 dan 12,70 persen pada tahun 2021.
Angka pengangguran perempuan tahun 2021 tersebut turun sedikit pada tahun 2022 sehingga menjadi 12,63 persen.
Data BPS berdasarkan pendidikan, untuk kalangan lulusan SMP ke bawah, tingkat pengangguran mengalami peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
Statistik dari tahun 2018 hingga 2022 menunjukkan peningkatan yang mencolok, yakni sebesar 5.319 jiwa pada tahun 2018, 7.918 jiwa pada tahun 2019, 11.296 jiwa pada tahun 2020, 20.757 jiwa pada tahun 2021, dan 17.815 jiwa pada tahun 2022.
Para lulusan SMA juga menghadapi tantangan serupa. Tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMA pada tahun 2018 sebesar 58.033 jiwa, mengalami penurunan pada tahun 2019 menjadi 43.929 jiwa, namun kembali meningkat pada tahun 2020 menjadi 62.462 jiwa.
Angka pengangguran terus naik dengan 61.123 jiwa pada tahun 2021 dan mencapai 560.552 jiwa pada tahun 2022.
Baca Juga: Diduga karena Kelelahan, Belasan Siswa SMAN 1 Tanjungpinang Kesurupan
Bahkan pengangguran dengan gelar perguruan tinggi juga menghadapi dampak yang signifikan. Meskipun tingkat pengangguran pada tahun 2018 hanya sebesar 1.325 jiwa, angka tersebut melonjak menjadi 14.145 jiwa pada tahun 2020.
Meski mengalami penurunan pada tahun 2021 dan 2022 dengan masing-masing 12.504 jiwa dan 2.754 jiwa, namun tingkat pengangguran perguruan tinggi tetap menjadi perhatian.
Data yang dirilis oleh BPS Kota Batam ini merupakan hasil pengolahan dengan menggunakan penimbang proyeksi penduduk tahun 2015 – 2045.
Untuk mengatasi pengangguran di Batam, BPS berharap pemerintah membuat kebijakan pendidikan dan pelatihan yang lebih efektif, serta pembukaan lapangan kerja baru, mungkin menjadi solusi yang harus segera diimplementasikan untuk meningkatkan peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di masa mendatang.
Untuk tahun 2023, BPS Kota Batam menyebutkan bahwa pendataan tingkat pengangguran berdasarkan klasifikasinya belum selesai dilakukan.
Berita Terkait
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia
-
Segini Hitungan Pertumbuhan Ekonomi ala Purbaya Demi Hapus Angka Pengangguran di Indonesia
-
Purbaya Buktikan APBN Sukses Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran Warga RI
-
Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla
-
5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau
-
Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora