SuaraBatam.id - Jumlah warga Rempang, Batam yang mendaftar untuk direlokasi masih sedikit yakni 110 kk dari 650 kk yang ditargetkan.
Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam mengumumkan batas akhir pendaftaran adalah hari ini, Rabu (20/9/2023).
BP Batam memprioritaskan empat kampung segera di kosongkan untuk alokasi proyek pembangunan pabrik kaca dan panel surya Xinyi Glass grup seluas 2.000 hektar dan pembangunan tower milik PT MEG.
Dilansir dari Batamnews, kampung tersebut adalah kampung Sembulang Tanjung, Sembulang Hulu dan Pasir Panjang dikosongkan untuk pabrik kaca Xinyi Grup. Sementara Kampung Blonkeng dikosongkan untuk pembangunan Tower PT Meg.
Warga yang dipindahkan tersebut akan di relokasi ke Dapur 3 Sijantung yang masuk Pulau Galang. Jaraknya sekitar 6-7 km dari pemukiman awal mereka.
Namun, sembari menunggu pembangunan rumah, warga dipindahkan terlebih dahulu ke Hunian Sementara di Rusun dan Rumah Tapak di Kota Batam.
Selama tinggal di penampungan, warga diberi uang jatah hidup (jadup) sebesar Rp1.200.000 se bulan.
"Ada empat kampung yang akan kita selesaikan dulu. Empat kampung ini akan kita dahulukan pindah ke tempat baru, hijrah ke Dapur 3," kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini banyak warga masih menolak untuk direlokasi. Hal tersebut terungkap saat pertemuan antara Toko Masyarakat Kampung Melayu Gerisman Ahmad dan warga bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Menteri Bahlil sendiri setuju dengan usulan Ketua Umum Kerapatan Adata Masyarakat Tempatan (Keramat) Gerisman, tidak merelokasi kampung tua di Rempang ke Pulau Galang.
Baca Juga: Gelar Aksi Solidaritas, Massa FPI Cs: Hentikan PSN Rempang Eco City, Melanggar HAM!
Namun dari BP Batam sendiri belum menyampaikan tegat waktu pendaftaran hari ini.
Berita Terkait
-
Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang
-
Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!
-
Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang
-
Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir
-
Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah
-
Nilai Merek BRI Tembus USD6,9 Miliar, Jadi yang Tertinggi di Indonesia
-
Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern
-
Pemkab Natuna Resmi Buka Lomba Gasing, Digelar Selama 10 Hari