SuaraBatam.id - Kepolisian Singapura mengungkapkan sebanyak 462 orang dikabarkan tertipu pembelian tiket konser di Singapura.
Total kerugian dilaporkan S$480.000 atau setara Rp 5,3 miliar.
Melansir CNA, penipuan pembelian tiket meningkat seiring akan digelarnya konser Taylor Switf dan Coldplay.
Penipuan itu terjadi sejak bulan Januari. Setelah ditelusuri polisi, sumber penipuan berasal dari pembelian di platform-platform e-commerce atau media sosial seperti Carousell, Xiaohongshu, Facebook, Telegram, dan Twitter.
Penipu kemudian menghubungi korban ke aplikasi pesan seperti WhatsApp, Telegram, atau WeChat untuk melakukan pembelian tiket.
Kemudian pelaku memberikan bukti pembelian tiket berupa tangkapan layar dan video palsu yang menunjukkan tiket atau bukti pembayaran palsu.
"Para penipu akan mendesak korban untuk segera melakukan pembayaran dengan alasan bahwa penjualan tiket bersifat terbatas waktu atau jumlahnya terbatas. Mereka juga berjanji akan mengirimkan tiket melalui email atau mentransfernya ke akun Ticketmaster korban setelah pembayaran berhasil," ujar pernyataan dari pihak kepolisian, seraya menambahkan bahwa pembayaran umumnya dilakukan melalui kredit virtual, PayNow, atau transfer bank.
"Dalam beberapa kasus, para penipu juga meminta pembayaran tambahan dengan alasan tidak menerima pembayaran yang dikirim oleh korban," tambah pihak kepolisian.
Kemudian penipu akan menunda pengiriman tiket dengan berbagai alaasan sehingga tidak bisa dihubungi.
Baca Juga: Sindikat Penipuan Jual Beras Online di Sumsel Terbongkar, Dikendalikan dari Lapas
Sementara korban baru menyadari bahwa mereka tertipu ketika konser.
"Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berbelanja online, terutama dalam membeli tiket konser dari penjual pihak ketiga secara online," demikian pernyataan resmi pihak kepolisian.
Melansir Batamnews--jaringan suara.com, untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi www.scamalert.sg atau menghubungi Anti-Scam Hotline di nomor 1800-722-6688.
Siapa pun yang memiliki informasi terkait kasus penipuan ini diimbau untuk menghubungi hotline kepolisian di nomor 1800-255-0000 atau mengirimkan informasi secara online.
Berita Terkait
-
War Tiket Konser Day 3 BTS Capai 900 Ribu Antrean, Kurang dari 1 Jam!
-
Ada Jakarta! U-Know TVXQ Bagikan Jadwal Tur Konser Solo Perdana di Asia
-
Seret Bupati Tanggamus Soal Dugaan Mafia Tanah, Presiden-Mendagri Diminta Turun Tangan
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar
-
Batam Siapkan Aturan Pembatasan Gadget bagi Anak-anak