Beberapa pengamat menilai pertemuan Biden dengan Xi Jinping seperti pertemuan KTT era Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.
Adapun, pertemuan tersebut merupakan pertemuan puncak berisiko tinggi di wilayah netral dimana kedua belah pihak hanya ingin mencoba memahami satu sama lain dengan lebih baik.
Menjelang pertemuan tersebut, Demokrat mempertahankan kendali atas Senat dengan hasil balapan di Nevada.
"Saya tahu saya datang lebih kuat, tetapi saya tidak membutuhkan itu," kata Biden kepada wartawan yang bepergian bersamanya di Phnom Penh, Kamboja sebelumnya.
"Saya tahu Xi Jinping, saya telah menghabiskan lebih banyak waktu dengan dia daripada pemimpin dunia lainnya. Aku mengenalnya dengan baik. Dia mengenal saya. Kami memiliki sedikit kesalahpahaman dan kami harus mencari tahu di mana garis merahnya," tambah Biden.
Kontributor: Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!
-
Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara