Eliza Gusmeri
Jum'at, 11 November 2022 | 17:42 WIB
Dokumentasi Kontingen Muaythai Kota Batam Pada Porprov Kepri yang Harus Pulang Dengan Menggunakan Kendaraan Umum (suara.com/ist)

SuaraBatam.id - Tiga atlet dan satu manajer tim cabang olahraga (cabor) Muaythai tak dijemput di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

Kontigen tersebut pulang sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Kepulauan Riau (Kepri) di Bintan.

Manajer Tim Muaythai Batam, Hendra menyebutkan bahwa keseluruhan anggota tim, terpaksa harus pulang dengan menggunakan kendaraan umum pada, Rabu (9/11/2022) silam.

"Begitu tiba di Batam, kontingen Muaythai Batam harus pulang dengan menggunakan biaya sendiri dan menggunakan kendaraan umum," terangnya, Jumat (11/11/2022).

Untuk diketahui, Tim Muaythai Kota Batam yang dijadwalkan bertanding di Community Center Kawal, Bintan, Selasa (8/11/2022) kemarin, berhasil menjadi tim dengan perolehan mendali emas terbanyak di cabang olahraga tersebut.

Hendra mengatakan, kontingen Muaythai Kota Batam berjumlah delapan atlet, dan tujuh diantaranya menyabet juara.

Hendra bahkan menyebutkan, jadwal kepulangan dari kontingen cabor Muaythai ini, sebelumnya bahkan telah diinformasikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam.

Namun pihaknya mendapat jawaban mengenai penjemputan yang dapat dilakukan, apabila seluruh kontingen dapat pulang bersama.

"Kebetulan beberapa atlet memang ada yang masih di Bintan, mereka menyaksikan pertandingan cabor Kick Boxing. Saat kami beritahu hanya pulang beberapa saja, dari KONI Batam bilangnya bakal dijemput kalau semua atlet pulang semua. Ya repot kalau begitu," sesalnya.

Baca Juga: Sebanyak 48 Persen Kasus COVID-19 Subvarian Omicron XBB Terdeteksi di Batam

Dia menjelaskan, beberapa atlet dan ofisial yang masih berada di Bintan diketahuinya bakal pulang dengan anggaran pribadi.

Hal itu lantaran jadwal kepulangan mereka di luar jadwal yang sudah ditentukan.

Oleh karena itu, dia dan ketiga atlet Muaythai Batam pun bertolak dari Bintan dan sampai di Batam sekira pukul 15.00 WIB.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB belum ada jawaban dari KONI Batam terkait penjemputan mereka.

"Inikan bukan masalah keluar uang atau biaya transportasi kami diganti. Tetapi soal tanggung jawab mereka juga terhadap atlet," kata Hendra.

Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait

Load More