SuaraBatam.id - Satgas Covid-19 menetapkan PPKM Level 1 di Kepulauan Riau (Kepri) untuk mencegah penularan Covid-19 subvarian Omicron XBB.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan aktivitas masyarakat tidak dibatasi selama pelaksanaan PPKM Level 1, namun diperketat dalam penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian.
"Seluruh pelabuhan dan bandara wajib menerapkan protokol kesehatan, termasuk menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan," terangnya dikutip dari Antara, Selasa (8/11/2022).
Mantan Kadis Kesehatan Kepri itu mengemukakan petugas Satgas Covid-19 Kepri juga meningkatkan kembali tes swab, penelurusan orang-orang yang kontak erat dengan pasien, dan perawatan terhadap pasien bergejala.
Untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, maka Satgas Penanganan Covid-19 meningkatkan koordinasi dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam.
Selama ini, menurut dia, para peneliti di Laboraturium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam berperan aktif meneliti sampel dari hasil tes usap dengan metode PCR.
"Omicron XBB tidak terdeteksi dengan menggunakan tes usap dengan metode antigen. Karena itu, perlu dilakukan tes usap dengan metode PCR," ujarnya.
Tjetjep mengimbau warga untuk segera vaksinasi Covid-19 selagi persediaan vaksin mencukupi. Vaksin ini harus digunakan tepat waktu agar tidak terbuang sia-sia karena kadaluwarsa.
Saat ini, capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.789.577 orang atau 99,27 persen, dosis kedua 1.536.451 orang atau 85,23 persen, dosis ketiga 743.745 orang atau 54,15 persen, dan booster kedua untuk tenaga kesehatan 7.755 orang atau 54,92 persen.
Tjetjep mengungkapkan jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri mencapai 107 orang, meningkat 200 persen dibanding kondisi dua pekan lalu.
Kasus aktif Covid-19 di Kepri tersebar di Batam 78 orang, Tanjungpinang lima orang, Kabupaten Karimun delapan orang dan Kabupaten Bintan 16 orang.
"Kalau dua pekan lalu penambahan kasus aktif tidak mencapai lima orang per hari, dengan jumlah pasien yang sembuh jauh lebih banyak. Kalau sekarang jumlah pasien yang tertular Covid-19 mencapai belasan orang per hari," terangnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Subvarian Omicron XBB Masuk Lampung, Satu Orang Dirawat dengan Gejala Ringan
-
Angka Covid-19 di Jabar Meningkat, Pemprov Siagakan Rumah Sakit
-
Gubernur Ingatkan Warga Kepri Waspada Penularan Subvarian Omicron XBB
-
Kasus Covid-19 di DIY Naik Drastis, Penyebabnya Subvarian Omicron XBB?
-
Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla