SuaraBatam.id - Rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan tampaknya terkendala. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebut kendalanya adalah survei penyelidikan tanah atau soil investigation.
Menurutnya jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan butuh 16 titik penyelidikan tanah dari Detailed Engineer Design (DED) di segmen dukungan pemerintah
"Hal ini sangat diperlukan untuk menyusun estimasi biaya sehingga mengurangi risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu. Selain itu, juga diperlukan untuk mendapatkan persetujuan desain oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ)," kata Ansar di Tanjungpinang, Kamis, dikutip dari Antara.
Namun, kata diaPemprov Kepri belum dapat mengakomodir kebutuhan penyelidikan tanah tambahan sebanyak 16 titik yang bernilai Rp50 miliar. Sementara Ansar mengaku sudah menyurati ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia bahkan meminta arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk memberikan solusi alternatif pemenuhan anggaran dalam penyelesaian penyelidikan tanah tersebut baik melalui sumber dana APBN maupun sumber dana lainnya.
"Kami siap berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepri untuk telaah penyelidikan tanah dan estimasi biayanya. Kami harap pemerintah pusat dapat mendukung penuh untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan ini," ujar Ansar.
Ansar menyampaikan kegiatan pembangunan jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,74 kilometer direncanakan didanai melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sepanjang 7,98 kilometer dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp13,57 triliun, dan Dukungan Pemerintah dalam bentuk Viability Gap Fund berupa pinjaman luar negeri sepanjang 6,76 kilometer dengan nilai pinjaman luar negeri sebesar USD300 juta atau sekitar Rp3,34 triliun.
Ia menyebut skema pembiayaan pembangunan jembatan ini tercantum dalam Final Business Case yang telah disusun oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan di Kementerian PUPR.
"Porsi dukungan pemerintah dalam kegiatan ini telah tercantum di dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2022 yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan nama kegiatan Long Span Bridge Development for Selected Area: Batam-Bintan Bridge," ungkap Ansar.
Baca Juga: Proyek Pembangunan MRT Fase Thamrin - Monas Capai 45,5 Persen
Lebih lanjut Ansar mengutarakan selain jembatan Batam-Bintan, berbagai pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut di Kepri di antaranya pembangunan bandara Busung di Kabupaten Bintan dan pengembangan bandara Raja Haji Abdullah di Karimun.
"Kedua bandara ini sangat urgensi kita butuhkan untuk konektivitas antar wilayah, karena Bintan dan Karimun itu wilayah perdagangan bebas yang membutuhkan infrastruktur bandara mumpuni," ujar Ansar. [antara]
Berita Terkait
-
Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan
-
Pemerintah Tidak Harus Menghabiskan Semua Anggaran untuk Disebut Bekerja
-
Belanja Negara APBN 2027 Tertinggi dalam Sejarah, Kemenkeu Klaim Buat Kesejahteraan
-
Dicopot Purbaya Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Luky Alfirman Kini Jadi Wamenkeu
-
Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta