SuaraBatam.id - Sebanyak 5.052 lembar uang palsu temuan dari tahun 2018 hingga 2022 dimusnahkan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.
Melansir Antara, Kepala Perwakilan Kantor BI Kepri Musni Hardi K Atmaja di Batam, Rabu, mengatakan 5.052 lembar uang palsu tersebut terdiri dari 67 persen uang pecahan Rp50.000, 37 persen uang pecahan Rp100.000, dan 1 persen uang pecahan lainnya yaitu Rp20.000, Rp10.000 dan Rp5.000.
"Hari ini kami memusnahkan 5.052 lembar tidak asli atau palsu," kata Musni.
Kata dia langkah itu untuk melindungi masyarakat dari kejahatan uang palsu, serta menghindari dari pengaruh inflasi di daerah setempat.
"Karena selain merugikan individu, itu juga tidak baik untuk ekonomi kalau dilakukan dalam jumlah yang banyak, karena itu akan pengaruhi inflasi," ujar Musni.
BI yang bekerja sama dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) berkomitmen untuk mengimbau masyarakat agar tidak mendukung peredaran uang palsu karena hal tersebut sesuai dengan amanat pada undang-undang.
"Kita mengimbau tentunya tidak melakukan itu dan kami dari BI terus melakukan upaya untuk mencegah uang palsu ini dengan terus memperbaiki standarisasi keuangan rupiah dan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa perlakukan uang dengan baik," ujar dia.
Lebih lanjut, Musni menyebutkan ciri-ciri keaslian uang dapat dilihat melalui 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang serta kondisi uang masih dalam keadaan rapih dan terjaga.
Menurut dia, peredaran uang palsu yang sering terjadi di masyarakat yaitu dari tangan ke tangan.
Baca Juga: BPOM: Tak Ditemukan Obat Sirup Anak yang Mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol di Kepri
"Jadi selama uangnya masih bagus di jaga, bisa dilakukan oleh masyarakat melalui 3D. Dari situ bisa terlihat ciri-ciri keaslian uang rupiah. Peredarannya bisa dari macam-macam, paling banyak dari tangan ke tangan," kata Musni. [antara]
Tag
Berita Terkait
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Drama Villains, Manipulasi Psikopat dan Konspirasi Peredaran Uang Palsu
-
Modal Rp1 Miliar, Sindikat Upal di Serpong Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar Buat Tipu Bank
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Hadirkan Pilihan Investasi ESG untuk Dukung Tujuan Keuangan Jangka Panjang
-
Lion Air Rute Batam-Jambi Batal Terbang Gegara Kabut Asap
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri