SuaraBatam.id - Seluruh jamaah haji Debarkasi Hang Nadim Batam akan dilakukan pemeriksaan kesehatan termasuk tes swab antigen setibanya di Tanah Air.
"Jamaah haji yang baru tiba di Bandara Hang Nadim akan dilakukan tes swab antigen secara keseluruhan, 100 persen jamaah dites antigen. Sebelumnya memang hanya 10 persen saja dari setiap kloter. Tapi sesuai aturan terbaru, akhirnya semua jamaah akan dites antigen," ujar kata Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Hang Nadim Batam Edi Batara dikutip dari Antara, Minggu (24/7/2022).
Lebih lanjut Edi menjelaskan pada tahap awal jamaah haji akan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan "thermo scanner", jika terdapat jamaah yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat Celsius, maka akan dilakukan tes swab PCR.
Sementara jamaah haji yang suhu tubuhnya normal di bawah 37,5 derajat Celsius hanya dilakukan tes swab antigen.
"Bagi jamaah haji yang suhunya di atas 37,5 derajat Celsius dites PCR, sedangkan yang di bawah 37,5 derajat Celsius akan dites antigen," ungkap Edi.
Kepala Bidang Kesehatan Jamaah PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam dr Achmad Farchanny menjelaskan tes usap antigen secara menyeluruh terhadap jamaah haji yang tiba di Tanah Air merupakan arahan dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI tentang Protokol Kesehatan bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Domestik dan ketentuan tambahan bagi pengawasan jamaah haji.
"Yang tadinya para jamaah itu kita hanya ambil sampel saja untuk antigen, saat ini kita harus ambil antigen semua untuk jamaah haji yang suhunya normal. Begitu pula nanti yang pada saat skrining 'thermo scanner' itu terdeteksi demam, langsung di Bandara Hang Nadim juga dites PCR," kata Achmad.
Terkait jamaah haji debarkasi antara yaitu jamaah asal Riau dan Jambi, Achmad mengatakan pengambilan tes swab antigen akan dilakukan di bandara masing-masing daerah asal.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pihak yang bertugas agar dapat bekerja sama dalam menjaga koridor perjalanan jamaah haji yang telah dirancang oleh pihak Bandara Hang Nadim.
"Debarkasi antara, sebagaimana arahan dari Jakarta itu nanti akan diperiksa skrining di bandara asal, Jambi dan Riau. Jadi nanti kita harapkan tidak ada kebocoran dari AE 2 (tempat parkir pesawat jamaah haji) menuju ke A9 (ruang tunggu jamaah haji antara). Nanti kita tetap bersama dengan pihak imigrasi dan pihak Bandara Hang Nadim berjaga supaya tetap dalam 'buble', atau tidak berkontak dengan pelaku perjalanan yang umum," ujar dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Cerita WNI Petugas Hospitality di Jeddah Layani Jemaah Haji
-
Video Viral Pak Haji Cetak Uang dengan Bantal dan Piring, Netizen Singgung Utang Negara
-
KKHI Madinah Gelar Medical Check-up untuk Pantau Kesehatan Jemaah
-
Dinkes Bandar Lampung: Usai Kepulangan, Belum Ada Jemaah Haji Terinfeksi Covid-19
-
Jamaah Haji Asal Magelang Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang ke Tanah Air
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bos Klub Malam Ditangkap Diduga Terkait Pengeroyokan Polisi di Tanjungpinang
-
Anggota DPRD Lingga Capt Ahmad Pajar Meninggal saat Menunaikan Ibadah Haji
-
Geger Pulau di Lingga Kepri Dijual Online Seharga Rp65 Miliar
-
Investasi Rp88 Triliun untuk Bangun AI Data Centre di Nongsa Batam
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam