SuaraBatam.id - Sebanyak 950 ekor sapi asal Lampung akan masuk ke Batam melalui Pelabuhan Beton, Sekupang pada 15 Juni 2022.
Informasi itu disampaikan Penasehat Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Kota Batam Kepulauan Riau, Musofa.
"Trip pertama ini kita akan menggunakan dua kapal, satu kapal isinya 350 ekor sapi dan kapal kedua isinya 600 ekor sapi. Insya Allah 15 Juni nanti sudah sampai Batam," kata Musofa saat dihubungi melalui sambungan telepon di Batam, Jumat (10/6).
Ia mengatakan, saat ini dirinya sedang berada di Lampung untuk memastikan hewan kurban yang akan dibawa Batam serta kesiapan moda transportasi pengangkut sapi-sapi tersebut.
"Kapal sudah siap, ini lagi jemput tim dari Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan kesehatan sapi-sapi yang mau dibawa ke Batam, serta akan ada petugas yang menunggu sampai 10 hari untuk cek kesehatan hewan-hewan yang mau dibawa," ujar Musofa.
Untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat Kota Batam, Musofa menjelaskan akan ada tiga trip pengangkutan hewan kurban dari Lampung.
"Akan ada tiga trip, pertama nanti dua kapal, kedua dan ketiga nanti tiga kapal. Dari Balai Karantina, kambing dan sapi tidak boleh disatukan, jadi nanti kambing akan kita kirim di trip kedua menggunakan satu kapal yang isinya kambing semua," kata dia.
Setiba di Kota Batam, hewan kurban akan kembali dilakukan pengecekan kesehatan untuk memastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Nanti harus cek kesehatan lagi, isolasi dua sampai tiga hari, kalau tidak ada gejala, baru boleh masuk kandang," ujar Musofa.
Baca Juga: Syarat Asuransi untuk WNA Dihapuskan, Agen Travel Batam Masih Keluhkan Tiket Feri Masih Mahal
Lanjut Musofa, pada Idul Adha 1443 Hijriah, pihaknya menargetkan pasokan sapi sebanyak 3.160 ekor dan kambing 14.500 ekor.
"Target dari asosiasi kita itu untuk sapi 3.160 ekor, kambing 14.500 ekor. Mudahan-mudahan tidak ada kendala, agar terpenuhi," kata dia.
Sementara itu, seorang pedagang hewan kurban di Batam, Kakan mengatakan saat ini pasokan sapi di kandangnya tersisa 20 ekor.
"Untuk sekarang stok sapi di kandang kita sisa 20 ekor, stok sapi masih kurang, saat ini kita juga masih nunggu kedatangan sapi yang dari Lampung," kata Kakan.
Saat ini pasokan sapi yang tersedia di kandang Kakan seharga Rp28 juta hingga Rp50 juta. Ia memperkirakan akan terjadi kenaikan harga jual hewan kurban yang disebabkan oleh kenaikan biaya operasional pengiriman.
"Kemungkinan besar akan meningkat (harga sapi) karena kenaikan biaya operasional sebab dari wabah PMK ini, kenaikan kemungkinan di angka 20-30 persen dari harga tahun lalu. Kita tahun kemarin harga mulai dari Rp18 juta," ujar Kakan. [Antara]
Berita Terkait
-
Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI
-
Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita
-
2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah