SuaraBatam.id - Inflasi Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kenaikan 0,79 persen, pada bulan Mei 2022 sehingga kini tercatat angka Indeks Harga Konsumen (IHK), Kota Batam telah mencapai angka 110,35 persen.
Angka ini berbanding jauh apabila dibandingkan dengan Mei 2021, yakni sebesar 4,94 persen.
"Inflasi Kota Batam di bulan Mei 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahmad Iswanto, Senin (6/6/2022).
Rahmad merincikan sembilan kelompok pengeluaran yang mempengaruhi inflasi yakni makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 1,75 persen.
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 1,44 persen, kelompok transportasi naik sebesar 1,34 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,37 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,35 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,13 persen.
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,03 persen serta kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen," lanjutnya.
Rahmad menerangkan bahwa kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
"Kelompok pendidikan juga tidak mengalami perubahan," ujarnya.
Rahmad menjelaskan inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yakni didominasi oleh kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
"Memberikan inflasi sebesar 0,5242 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu telur ayam ras, kacang panjang, daging ayam ras, cabai rawit dan air kemasan," ujarnya.
Rahmad menambahkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu minyak goreng dan pepaya.
"Ada juga komoditas makanan seperti udang basah ikan laut dan sotong juga ikut andil menyumbang angka inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau," tambahnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Inflasi di Balikpapan Terjadi, Dipicu Kenaikan Harga Daging Ayam dan Tarif Angkutan Udara
-
Kaltim Inflasi 0,59 Persen, Kenaikan Tersebut Berasal dari Samarinda dan Balikpapan
-
Inflasi Mei 2022 0,40 Persen, Mahalnya Telur Ayam Hingga Ikan Jadi Pemicunya
-
Harga Makin Meroket, Telur Ayam Hingga Bawang Merah Jadi Pemicu Inflasi
-
Inflasi Bulan Ini 0,4 Persen, Faktor Utamanya Gegara Tarif Angkutan dan Harga Telur
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli