SuaraBatam.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim menyebutkan telah menurunkan pengawas guna menindaklanjuti keluhan dari masyarakat Kota Batam mengenai pungutan penggunaan sarana cuci tangan, yang tersedia di halte Top 100 Jodoh, Batam, Kepulauan Riau.
Namun saat ini, Salim juga menyebutkan belum menemukan petugas yang melakukan indikasi pelanggaran.
"Pagi tadi pengawas dan satgas saya perintahkan ke sana. Ada 4 orang petugas Dishub yang memang bertugas di halte itu. Namun tidak ada yang meminta uang kepada warga, saat penggunaan sarana cuci tangan," jelasnya, Selasa (17/5/2022).
Salim menegaskan, walau pengisian air tandon sarana cuci tangan dilakukan oleh managemen Top 100 Jodoh, namun penggunaannya tidak dikenakan biaya apapun.
Hal ini dikarenakan, keberadaan sarana cuci tangan memang diperuntukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penerapan Protokol Kesehatan (Protkes).
Salim menyayangkan, apabila ada tindakan pungli yang dilakukan oleh salah satu petugasnya.
"Itukan fasilitas umum yang disediakan di masa pandemi. Penggunaannya tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Kalau itu hanya sekedar gurauan mungkin tidak masalah. Tapi kalau sudah meminta dan terima itu sudah tidak benar," tegasnya.
Walau demikian, Salim juga menuturkan saat ini kembali meminta para pengawas kembali pengecekan ke lokasi yang dimaksud.
Pengecekan ulang ini diperlukan, mengingat pada hari kejadian, para petugas yang berwenang di halte adalah para petugas yang berbeda.
Baca Juga: Harga Tiket Kapal Karimun-Batam Naik Sampai Rp20 Ribu, Berikut Tarif untuk Rute Lainnya
"Kebetulan kemarin libur, dan yang piket di sana bukan yang biasa. Untuk itu saya minta pengawas kembali ke sana," terangnya.
Salim menambahkan, apabila menemukan indikasi pelanggaran, pihaknya akan menjatuhkan sanksi hingga pemecatan terhadap petugas yang melakukan pelanggaran.
Sebelumnya, keluhan ini disampaikan oleh Sari salah satu warga Tiban, yang mengaku diminta uang sebesar Rp2 ribu untuk penggunaan sarana cuci tangan, setelah selesai berbelanja di Pasar Induk Jodoh, Senin (16/5/2022) kemarin.
Sari menuturkan peristiwa ini dialami oleh dia dan dua temannya, sekitar pukul 11.00 WIB sesaat sebelum meninggalkan lokasi halte menggunakan kendaraan pribadi.
"Awalnya sebelum masuk mobil kami ingin bersihkan tangan dan kaki karena baru dari pasar. Kebetulan ada sarana cuci tangan di halte, selesai bilas tangan dan kaki ada permintaan uang dari salah satu oknum Dishub ke salah satu teman saya. Besarannya Rp2 ribu per orang, dan langsung dibayar oleh dia. Kami malas ribet karena udah capek belanja," tuturnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir
-
Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW
-
Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar