SuaraBatam.id - Sensus penduduk lanjutan (long form) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akan dimulai pada tanggal 15 Mei hingga akhir Juni 2022.
Sebanyak 15.808 rumah tangga di Batam akan menjadi sampel dari sensus tersebut.
"Di Batam itu mencapai 15.808 rumah tangga yang kemungkinan akan menjadi sampel sensus ini," kata Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto dikutip dari Antara.
Di Kota Batam terdapat 988 blok sensus yang akan dilakukan pendataan sensus penduduk lanjutan, dan setiap blok sensus yang akan menjadi sampel sebanyak 16 rumah tangga.
"Sekitar 988 blok sensus yang akan kita sasar untuk dilakukan pendataan, jadi kalau dilihat dari besarannya, memang cukup lumayan, hampir sepertiga wilayah di Batam akan kita muktahirkan walaupun belum menjadi sampel," ujar Rahmad.
Ia mengatakan dalam sensus penduduk lanjutan ini akan ada 292 petugas yang disebar diseluruh kecamatan hingga kelurahan yang ada di Kota Batam.
"Kami mempunyai petugas 292 yang kami sebar diseluruh kecamatan kelurahan yang ada di Kota Batam. Sampai tahap ini kami sedang melakukan pelatihan tahap akhir, kemudian besok petugas sudah mulai turun untuk memperbaharui (updating) dan mendata ke masyarakat," kata dia.
Sebelum petugas sensus turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, BPS memberikan berbagai pelatihan sebagai bekal petugas di lapangan. Mulai dari tata cara dan sikap saat melakukan wawancara hingga pelatihan IT dalam proses memasukkan (menginput) data responden sensus yang menggunakan aplikasi CAPI (Computer-assisted Personal Interviewing) yang terdapat di Play Store.
"Pelatihan IT juga diberikan karena pendataan menggunakan CAPI yang ada play store. Jadi, petugas itu langsung memasukkan data yang diterima dari responden ke handphone masing-masing petugas," kata dia.
Baca Juga: BP Batam Usulkan Wisata Camp Vietnam Menjadi Nominator Memori Kolektif Bangsa ke Kementerian
Demikian Rahmad mengatakan berharap kerjasama dan respon yang baik dari masyarakat jika terpilih menjadi responden dalam pendataan sensus kali.
"Ini membutuhkan kerjasama, membutuhkan respon yang baik di masyarakat apabila menjadi sampel kami menjadi responden di pendataan sensus penduduk long form," ujar Rahmad. [Antara]
Berita Terkait
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia
-
Garudayaksa Gandeng Batam Prime FC, Buka Akademi Satelit
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas