SuaraBatam.id - Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang mengamankan pelaku berinisial IA dan satu mobil yang telah dimodifikasi untuk melansir solar subsidi di SPBU Kilometer 3, Jalan MT Haryono, Kota Tanjungpinang, Sabtu (7/5/2022).
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Sya'ban Harahap membenarkan telah mengamankan sebuah Mobil Kijang LGX Warna Hitam dengan Nomor Polisi BP 1993 AE, diduga melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bio Solar secara berulang-ulang sejak pukul 08.00 WIB.
Kemudian lanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, penyidik unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan tangkap tangan terhadap pelaku IA saat melakukan pengisian BBM solar bersubsidi tersebut.
"Setelah diamankan, mobil tersebut sudah dimodifikasi. Ada tangki berbentuk kotak di bagian belakang mobil tersebut," terangnya.
Dijelaskan AKP Awal, pelaku IA mengaku mobil yang dikendarainya tersebut telah menggunakan tangki modifikasi dengan kapasitas 480 liter. Dalam aksinya, IA telah berhasil mengisi minyak Bio Solar sebanyak 420 liter hingga pukul 10.00 WIB.
"Pelaku melansir solar bersubsidi dari SPBU batu 3,5 dibeli dengan harga per liter Rp 5.150, menggunakan kartu Brizzi," ujarnya.
Sehingga, kata Awal, karena tidak memiliki izin pengangkutan minyak subsidi dari pemerintah, pelaku diamankan dan dibawa ke Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. Selain barang bukti, satu unit mobil yang telah dimodifikasi, pihaknya juga berhasil menyita sebanyak 32 buah kartu BRIZZI FuelCard Pertamina.
"Dari 32 kartu BRIZZI FuelCard Pertamina tersebut, pelaku baru menggunakan sebanyak 14 buah kartu untuk pembelian minyak solar subsidi," ujarnya.
Dengan demikian, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana, pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Baca Juga: Investasi Bodong Selebgram Terkenal di Batam, Warga Tanjungpinang Jadi Korban
Kontributor : Rico Barino
Berita Terkait
-
Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi
-
Harga Pertamax Turun Rp300, Mengapa Harga BBM Bisa Fluktuatif?
-
1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai
-
Pertalite Masih Bebas Dibeli, Pembatasan untuk Orang Kaya Masih Dikaji
-
Pertalite Belum Dibatasi, Bahlil: Masih Dikaji untuk Sasar Orang Kaya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian