SuaraBatam.id - Tersangka penikaman anak di bawah umur ditangkap di Kijang, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Pelaku merupakan nelayan asal Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pria berinisial SF (29) itu mengaku sempat bersembunyi di kuburan setelah melakukan aksinya sebelum akhirnya dibekuk polisi.
"Habis tusuk saya ke kuburan. Sembunyi di sana," ujar SF dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (24/4/2022).
Ia menyatakan hal itu dihadapan Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi saat konferensi pers di Mako Polsek Bintan Timur, Sabtu (23/4/2022).
SF dari Sultra ke Kabupaten Bintan untuk bekerja ke salah satu toke ikan di Pantai Indah, Kijang Kota. Pada Minggu (17/4/2022) malam itu, dipengaruhi minuman alkohol (mikol) jenis Wiski, dia berkendara motor melintas Kedai Kopi Sejahtera RT 02/RW 06.
Ketika itu dia mendengar teriakan seorang remaja bernama Wira meminta agar dia tidak ngebut-ngebut.
"Saat itu saya pergi ke pelabuhan untuk tenangin diri. Namun tak bisa karena terlanjur sakit hati. Lalu saya ambil gunting di pos dan jalan kaki ke kedai kopi," jelasnya.
Dengan membawa gunting dia pun menuju Kedai Kopi Sejahtera. Lalu masuk ke dalam dan menusuk seorang pelajar SMP berinisial MF yang sedang duduk bersama rekan-rekannya.
Tidak hanya sekali, 6 kali gunting itu ditusukan ke punggung anak di bawah umur tersebut. Akibatnya MF tersungkur. Lalu dia pun kabur dari lokasi kejadian menuju kuburan depan SPBU Km 23 Kijang.
"Gunting yang saya gunakan terjatuh di jalanan dan hilang," sebutnya.
Setelah beberapa jam bersembunyi di kuburan dan merasa kondisi sudah aman, dia pun berjalan kaki menuju Jalan Korindo, Kelurahan Seilekop. Namun setiba disana dia ditangkap polisi.
"Saya salah tusuk orang. Sebenarnya bukan dia (MF) yang mau saya tusuk. Tapi orang yang teriakin saya (Wira)," katanya.
Pria yang berstatus bujangan ini mengaku menyesal melakukan aksi penusukan tersebut. Dia melakukan hal itu lantaran dipengaruhi mikol dan dia juga pasrah dihukum.
"Saya baru melakukan hal seperti ini (penusukan). Saya menyesal," ucapnya.
Berita Terkait
-
Polisi Tangguhkan Penahanan Terduga Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur, Keluarga Korban Kecewa
-
Nelayan Tegal Libur Melaut Jelang Lebaran
-
Sakit Hati Ditegur, Pemuda di Bintan Tikam Remaja dengan Gunting Berkali-kali dalam Keadaan Mabuk
-
Rusia Kepung Mariupol, Kuburan Massal Baru di Ukraina Terlihat Dari Luar Angkasa
-
Kembali Terjadi, Mahasiswa di Tanjungpinang Mencoba Kabur, Cabuli Anak di Bawah Umur Sampai Hamil
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lewat AgenBRILink, Kursumawati Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Serbalawan
-
Pukul, Tendang lalu Menyeret: Sadisnya Oknum Satpam Aniaya Karyawati di Bintan
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots
-
Didampingi BRI, UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Ekspor hingga Australia dan Turki
-
Gaji PPPK Pemkot Batam Aman, Tersedia hingga 2027