SuaraBatam.id - Gambar-gambar kekejaman dari pembantaian di Bucha ditangkap oleh Agence France-Presse pada Sabtu (2/4/2022), hari yang sama Ukraina mendeklarasikan kota itu dibebaskan dari pasukan Rusia.
Mayat tak bernyawa dari sedikitnya 20 pria sipil berjajar di satu jalan di kota Bucha dekat ibu kota Ukraina, Kyiv. Beberapa berbaring telungkup di trotoar sementara yang lain ambruk terlentang, mulut terbuka sebagai bukti tragis kengerian pendudukan Rusia.
Tangan seorang pria diikat ke belakang dengan selembar kain putih. Seorang pria lain berbaring sendirian, terjerat dalam sepeda di tepi berumput. Orang ketiga tergeletak di tengah jalan, di dekat sisa-sisa mobil yang hangus terbakar.
Laporan tentang dugaan kekejaman Rusia muncul saat pasukannya mundur dari daerah dekat Kyiv menyusul upaya yang gagal untuk mengepung ibu kota.
Kota Bucha telah mengalami lima minggu baku tembak yang hampir konstan. Sekarang para pejabat dan kelompok hak asasi manusia menyalahkan kematian warga sipil pada pasukan Rusia yang pergi.
"Mayat orang yang dieksekusi masih berbaris di jalan Yabluska di Bucha. Tangan mereka diikat ke belakang dengan kain putih 'sipil', mereka ditembak di belakang kepala. Jadi bisa dibayangkan pelanggaran hukum macam apa yang mereka lakukan di sini," Wali kota Bucha Anatoliy Fedoruk mengatakan kepada Reuters.
Dalam pidato video hari Minggu setelah laporan dari Bucha, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan diakhirinya "kejahatan perang" Rusia.
“Dunia telah melihat banyak kejahatan perang. Pada waktu yang berbeda. Di benua yang berbeda. Tetapi sekarang saatnya untuk melakukan segala kemungkinan untuk menjadikan kejahatan perang militer Rusia sebagai manifestasi terakhir dari kejahatan semacam itu di bumi,” katanya.
Zelensky meminta para pemimpin Rusia untuk bertanggung jawab atas tindakan militer negara itu.
"Saya ingin semua pemimpin Federasi Rusia melihat bagaimana perintah mereka dipenuhi. Perintah seperti itu. Pemenuhan seperti itu. Dan tanggung jawab bersama. Untuk pembunuhan ini, untuk siksaan ini, untuk senjata yang dirobek oleh ledakan yang tergeletak di jalanan. . Untuk tembakan di belakang kepala orang yang diikat. Beginilah cara negara Rusia sekarang akan dirasakan. Ini adalah gambar Anda," kata Zelensky.
Dugaan kekejaman di Bucha telah memicu kemarahan internasional, dengan para pemimpin Barat, termasuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, menyerukan penyelidikan kejahatan perang dan meningkatkan sanksi terhadap Rusia.
CNN belum dapat secara independen mengkonfirmasi rincian seputar kematian pria itu.
Dalam pidatonya, Zelensky mengumumkan "mekanisme keadilan" akan dibentuk untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh tentara Rusia di wilayah Ukraina. Mekanisme tersebut akan didukung oleh Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Polri, Dinas Keamanan, Intelijen dan cabang pemerintah lainnya, katanya.
"Mekanisme ini akan membantu Ukraina dan dunia membawa ke pengadilan nyata mereka yang melepaskan atau dengan cara apa pun berpartisipasi dalam perang yang mengerikan ini melawan rakyat Ukraina dan dalam kejahatan terhadap rakyat kami," katanya.
Zelensky mengatakan dia akan memberikan informasi lebih lanjut tentang keadaan wilayah Ukraina yang diduduki oleh pasukan Rusia.
Berita Terkait
-
Volodymyr Zelensky Hampir Terbunuh Drone Rusia
-
WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia: Modus, Jalur Rekrutmen hingga Risikonya
-
Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel
-
Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?
-
Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam
-
Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap
-
Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 untuk BRI, Komitmen Majukan Olahraga Indonesia
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!