SuaraBatam.id - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin menyorot wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mewajibkan booster (vaksin ketiga) Covid-19 sebagai syarat perjalanan domestik
Menurutnya kebijakan itu terkesan mendadak, jika benar-benar ingin menekankan angka penularan Covid-19, harusnya Pemprov Kepri dalam hal ini Gubernur Ansar Ahmad sudah menyampaikannya sejak jauh hari.
"Ada apa di balik itu? Saya menolak adanya wacana syarat perjalanan di Kepri harus booster," ujar Wahyu, melansir Batamnews, Rabu (23/3/2022).
Ia mengilustrasikan, jika yang diberi vaksin kedua itu rentang waktunya antara bulan Oktober-November, maka kalau dihitung maju enam bulan, pada Mei dan April baru bisa dilakukan booster.
"Kalau ada aturan tiga bulan saja sudah bisa di-booster, harusnya dari awal itu disampaikan, karena sebelumnya vaksin booster harus dilakukan enam bulan setelah vaksin kedua. Ya, otomatis agak lambat," katanya.
Baca: Vaksin Booster Akan Diwajibkan Jadi Syarat Perjalanan di Kepri
Menurut Wahyu, seharusnya pemerintah menginformasikan secara cepat ke masyarakat perihal tempo waktu antara vaksin kedua hingga ketiga.
"Setelah tiga bulan divaksin kedua itu bisa di-booster, disampaikan secara gamblang kepada masyarakat melalui media-media, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya," kata Wahyu.
Jika wacana ini benar terjadi, ia sangat menyayangkan hal itu. Bisa saja terjadi keresahan di tengah masyarakat, mengingat tak lama lagi akan berlangsung Ramadan-Idulfitri.
Baca Juga: Wapres Wacanakan Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran, Pimpinan DPR: Kita Dukung Penuh
"Upaya pemutusan mata rantai Covid-19 ini memang harus kita lakukan. Tapi jangan terkesan mendadak seperti ini, takutnya nanti masyarakat resah. Apalagi nanti pas mudik lebaran, pasti banyak yang kecewa dengan kebijakan itu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Skin Booster untuk Apa? Ketahui Manfaat Treatment yang Bikin Wajah Glowing Natural Ini
-
5 Pompa Pendorong Shower yang Tidak Bising dan Watt Kecil
-
Dilema Segelas Latte: Apakah Hidup Sehat Berarti Harus Mengorbankan Kebahagiaan Kecil?
-
Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'
-
Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV