SuaraBatam.id - Diduga mabok di acara pernikahan, tujuh pemuda keroyok dua warga Tanjungpinang hingga babak belur. Pengeroyokan terjadi di Jalan Kampung Kelam Pagi, Dompak, Tanjungpinang.
Akibatnya korban mengalami luka dan memar. Jajaran Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari telah mengamankan para pelaku, ditangkap di kos-kosan yang terletak di Sei Enam, Kelong Enam, Kabupaten Bintan, Minggu (20/3/2022) pagi.
Tujuh pelaku tersebut yakni Yustinus alias Moa (22), Amran alias Jorge (30), Ridho alias Iswan (24), Ahrim Debu alias Arif (23), Dominkus Amun Alias Brembo (25).
Kemudian, dua orang lagi anak dibawah umur berinisial MRA (16), SL (17). Dari tujuh pelaku hanya lima yang ditahan karena dua orang masih di bawah umur.
Paurmin Reskrim Polsek Bukit Bestari, Ipda Billy Pratama Putra mengatakan untuk dua pelaku yang masih dibawah umur tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor dengan pengawasan penuh pihak keluarga.
"Korban dua orang, berinisial AI (24) dan SF (23). Setelah mendapatkan laporan dari korban, kami langsung melakukan penangkapan," ujar Billy kepada awak media, di Polsek Bukit Bestari, Selasa (22/3/2022).
Kronologis kejadian, kata Billy, bermula ketika dua orang korban menghadiri pernikahan teman mereka di Kampung Kelam Pagi. Selepas dari tempat pernikahan, mereka minum-minuman keras jenis tuak bersama para pelaku.
Di saat waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB terjadi percekcokan antara korban SF dengan Moa. Percekcokan ini juga mengakibatkan pemukulan oleh Moa terhadap korban SF.
"Awalnya percekcokan didamaikan oleh orang-orang yang hadir di tempat itu. Namun Moa masih tidak puas karena ada suatu dorongan yang dilakukan SF kepadanya. Moa pun kembali melakukan tamparan kepada SF," jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, korban AI ikut menjadi sasaran ketika ingin membantu SF. Sehingga kedua korban, menjadi target pengeroyokan pemuda yang lainnya.
"Sebenarnya pelaku pengeroyokan berjumlah lebih dari 20 orang. Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan pengeroyokan ini, dikarenakan terindikasi masih ada pelaku lainnya yang belum terungkap," ujarnya.
Billy mengatakan pihak Reskrim Polsek Bukit Bestari masih terus melakukan pencarian terhadap para pelaku lain yang ikut melakukan pengeroyokan. Para pelaku terancam Pasal 170 KUHP, ancaman hukuman 5 tahun dan 6 bulan penjara.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban AI mengalami pendarahan di bagian dalam telinga sebelah kiri, hingga luka memar dibagian kepala. Sementara korban SF, mengalami luka dibagian bibir, leher, dan kalung emas putih 22 gram ikut hilang saat dia dikeroyok.
Kontributor: Rico Barino
Berita Terkait
-
Review Serial The Loyalty Game: Misteri Manipulasi Pernikahan yang Rumit
-
Tren Intimate Wedding 2026: Saat Gengsi Pesta Mewah Mulai Ditinggalkan
-
Enola Holmes 3: Hadir dengan Konflik Pernikahan dan Konspirasi Kolonial
-
Biaya Hajatan Membengkak? Bukan Salah Tamu, tapi Kebocoran di Dapur Rewang
-
Beda Kekayaan Taylor Swift dan Travis Kelce yang Menikah, Bak Gajah dan Semut
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Didampingi BRI, UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Ekspor hingga Australia dan Turki
-
Gaji PPPK Pemkot Batam Aman, Tersedia hingga 2027
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK