SuaraBatam.id - Warga Nongsa Pantai, Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bersih-bersih kawasan pesisir. Aksi dilakukan untuk memperingati Bulan Cinta Laut.
Dengan menggunakan alat sederhana seperti serokan, dan kantong plastik berukuran besar, warga turun membersihkan pantai sebagai tempat wisata di Nongsa itu.
Acara itu juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau, Kamis (17/3/2022).
"Gerakan ini adalah bagian yang harus kita sampaikan ke publik dunia bahwa pentingnya laut sebagai satu sumber kehidupan umat manusia yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.
Dengan gerakan pembersihan kawasan pesisir dan pantai ini, pihaknya juga mengharapkan hal ini dapat menciptakan suatu ekosistem baru.
Menurutnya, kegiatan ini juga harus didukung dengan kebersihan laut sehingga kehidupan akan berlanjut dengan baik.
"Yang paling penting yang ingin saya sampaikan disini, diseluruh wilayah dimanapun saat saya menghadiri kunjungan kerja di Indonesia selalu ada gerakan membersihkan sampah laut. Inilah bagian dari upaya kita menjaga ekosistem laut kita untuk tetap bersih," jelasnya.
Dengan kegiatan yang dilakukan oleh warga Nongsa ini, Sakti Wahyu mengharapkan agar diikuti oleh masyarakat pesisir lain.
"Ini yang harus menjadi kesadaran bagi seluruh umat Indonesia karena kita negara maritim, sekaligus pesan yang harus kita sampaikan ke dunia," tutup Menteri Trenggono.
Baca Juga: TPA Mandung Ditutup Karena Sampah Meluber ke Jalan, Tabanan Darurat Sampah
Sementara itu, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Batam kami mengucapkan rasa bangga dengan kehadiran menteri.
"Alhamdulillah kita bisa hadir bersama sama dalam acara yang sangat penting yakni bulan cinta laut yang diinisiasi oleh Kementerian KKP," ucap Amsakar.
Saat ini kondisi di Batam setiap tahun menghadapi persoalan dengan kebersihan pantai dan laut, contohnya tumpahan minyak yang berasal dari kapal tanker yang melitas di perairan Batam.
Perlu diketahui, daerah Batam terdiri dari 66 persen wilayah laut dan 34 persen wilayah darat dengan luas 1.559 Km².
Dan wilayah laut yang 66 persen ini tentu saja harus menjadi kekuatan dan potensi kami kedepan.
"Alhamdulillah kesadaran masyarakat di Batam untuk berkontribusi bagi ekosistem laut makin hari makin membanggakan. Dan kami berkomitmen untuk memberikan perhatian yang serius terhadap nelayan kita," terang Amsakar.
Berita Terkait
-
Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah
-
Menanti Waktu Penutupan TPS Liar Kramat Jati usai Kebakaran
-
Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL
-
Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan
-
Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant