SuaraBatam.id - Wikipedia mendapat kecaman dari Pemerintah Rusia. Platform itu diancam akan diblokir.
Berawal dari Wikipedia Rusia memuat artikel berjudul 'Invasi Rusia ke Ukraina 2022', yang mengatakan Rusia sudah memasuki wilayah Ukraina dan menyebabkan banyak warga setempat terluka hingga tewas.
Pihak Wikipedia sendiri mengaku bahwa mereka mendapat pemberitahuan mengenai ancaman akan pemblokiran situs tersebut.
Pemberitahuan mengenai pemblokiran ini diumumkan regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor.
Pihak Rusia sendiri belum memberitahu jumlah pasti korban dari serangan yang mereka lakukan tersebut dan belum memberi komentar apapun.
Pihaknya hanya memberitahu bahwa korban dari pihak Rusia memiliki jumlah yang lebih sedikit dibanding dengan jumlah dari pihak Ukraina.
Namun, dewan HAM PBB sendiri telah mengungkap bahwa terdapat 136 warga sipil telah tewas di serangan ini.
Dalam angka-angka tersebut terdapat juga tiga belas anak-anak yang luka. Jumlah ini telah diakumulasi dari tanggal 24 Februari 2022.
Selain itu masih ada empat ratus orang yang terluka sejak serangan minggu kemarin tersebut.
Hingga saat ini banyak warga Ukraina yang mencoba mengungsi ke tempat lain selagi terdapat serangan di negeri asalnya tersebut.
Pihak Rusia mengaku bahwa serangan mereka hanyalah menargetkan infrastruktur militer Ukraina dan bukan menargetkan warga sipil setempat.
Serangan militer ini bertujuan untuk menghilangkan ancaman terhadap keamanan Rusia dengan melucuti persenjataan pihak Ukraina.
Sebelumnya konflik antara Rusia dan Ukraina ini mulai memanas sejak tahun 2021 lalu.
Namun kembali memuncak ketika Rusia mengklaim kedaulatan dua wilayah Ukraina yaitu Luhansk dan Donetsk.
Hingga saat ini kecaman masih terus bergulir mengenai serangan militer Rusia kepada Ukraina.
Berita Terkait
-
Minyak Rusia Kembali Masuk, Bahlil Pastikan Stok Energi Tetap Aman
-
Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Rusia Tahap 2 Sudah Jalan, Demi Amankan Energi Nasional!
-
Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
-
Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI
-
Seskab Teddy Disorot Usai Main Pulpen di Depan Putin, Dino Patti Djalal Beri Dukungan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas