SuaraBatam.id - Viral potongan ceramah lawas Dai kondang Dr. Khalid Basalamah soal wayang dianggap merendahkan budaya. Dalam potongan ceramah itu ditemui narasi yang yang menyatakan bahwa wayang adalah sesuatu yang haram.
“Kalau memang ini (wayang) peninggalan nenek moyang kita, mungkin kita bisa kenang dulu oh ini tradisi orang dulu seperti ini, tapi kan bukan berarti itu harus dilakukan sementara dalam Islam dilarang. Harusnya kita tinggalkan,” tutur khalid dalam sebuah potongan ceramah dalam konteks menjawab pertanyaannya jamaahnya, Selasa (15/2/22).
Akhirnya Khalid Basalamah pun bersedia melakukan klarifikasi sekaligus melakukan permohonan maaf lewat akun instagram resminya.
Dalam video yang berdurasi kurang dari 5 menit tersebut, Khalid menyampaikan penjelasan mengenai gaduh atas potongan cermahnya tersebut.
Di antaranya adalah bahwa tidak ada sama sekali maksud ataupun niat ustaz kondang tersebut untuk menyudutkan sejarah ataupun budaya berkaitan dengan wayang.
“Saya sama sekali tidak berpikir atau punya niat untuk menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau seluruh dalang bertobatlah kepada Allah, atau misalnya semua wayang harus dimusnahkan,” ucap Khalid Basalamah dalam akun instagram resminya dikutip pada Selasa (15/2/22).
Di antara poin penting lainnya mengenai klarifikasinya tersebut, Khalid pun menyatakan pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.
Dalam akhir pernyataan klarifikasinya dia berdoa agar kiranya Allah menyatukan masyarakat Indonesia di atas persatuan NKRI.
“Semoga klarifikasi dan permohonan maaf kami bisa dimaklumi. Semoaga Allah menyatukan kita di atas persatuan kesatuan di negara Repubik Indonesia. Dan saya yakin kita semua sangat mencintai negara kita, apalagi kita sebagai muslim diminta mencintai negara kita, negara Indonesia, mencintai persatuan dan kesatuan dan itu yang menyebabkan pejuang-pejuang kita yang mayoritas memerdekakan Indonesia adalah kaum muslim,” tambah Khalid dalam klarifikasinya.
Berita Terkait
-
Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026 di Titik Nol Kilometer
-
Pokemon Gandeng Wayang Indonesia, Fadli Zon Sebut Bentuk Akulturasi Budaya Baru
-
Adidas Minta Maaf Eks Tentara Israel Difabel Jadi Bintang Iklan Single Shoe
-
Estimasi Biaya Tarif Ceramah KH Anwar Zahid 2026 dan Cara Menghubungi Manajemen
-
Sempat Viral Sujud Minta Maaf, Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengemudi Alphard: Dia yang Melanggar
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen