SuaraBatam.id - Memasukki tahun ketiga pandemi Covid-19, perayaan Imlek di Batam, Kepulauan Riau tahun ini tampak kurang semarak.
Nagoya Bumi Indah, sebagai kawasan di Batam yang biasanya ramai dengan pernak-pernik Tionghoa tiap tahunnya suasananya juga terpantau biasa saja.
Hal itu dirasakan oleh Jelvin Tan (25), warga Tionghoa Batam bahwa perayaan Imlek kali ini tak seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Tradisi yang paling saya rindukan dalam dua tahun terakhir ini, adalah tradisi open house. Sebagai anak muda, tentu saya sangat rindu untuk berkumpul bersama di rumah teman, sahabat, dan bersama seluruh anggota keluarga besar," jelasnya saat ditemui suarabatam.id, Sabtu (29/1/2022).
Awalnya, Jelvin memprediksi bahwa perayaan Imlek di tahun Macan Air ini akan berbeda dengan dua tahun sebelumnya.
Hal ini dikarenakan mulai menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Batam, yang bahkan beberapa kali telah mencapai angka 0 pasien.
Namun, masuknya varian Omicron ke Indonesia, membuyarkan mimpi Jelvin ingin berkumpul bersama keluarga besar.
"Mimpi ingin berkumpul dengan keluarga bukan berarti mengesampingkan protokol kesehatan. Tapi Omicron masuk, terpaksa dikubur dulu mimpinya. Berhubung juga keluarga yang lain banyak berada di Singapura. Intinya sama kayak tahun lalu lagi lah," lanjutnya.
Salah satu alasan lain Jelvin harus kembali bersama pada Imlek 2022 ini, adalah masa lalunya yang harus melihat kedua orang tuanya, mendapatkan perawatan saat terkena Covid-19 pada tahun 2021.
Baca Juga: Mengkhawatirkan! Kasus Covid-19 di Batam Meningkat Tajam pada Januari
"Apalagi orang tua saya juga memiliki penyakit lain. Saat itu saya sangat khawatir. Makanya masuknya varian baru ini, saya juga memintalah kepada muda-mudi Tionghoa di Batam, agar sama-sama saling jaga, dan menahan nafsu dulu untuk berkumpul," paparnya.
Walau demikian, sebagai anak muda Jelvin juga menuturkan akan tetap mempertahankan tradisi berkirim jeruk Imlek, bagi rekan, teman, sahabat, dan keluarga.
"Walau nanti tidak bisa turun dan berkumpul. Tapi mengirim jeruk Imlek harus tetap dipertahankan. Jangan sampai hilang tradisi ini. Karena tradisi open house kini sudah mulai tidak nampak lagi," terangnya.
Berbeda dengan Jelvin, yang merindukan beberapa tradisi Imlek sebagai salah satu pemuda Tionghoa Batam, Lik Khai (50) sebagai salah satu tokoh Tionghoa di Batam, lebih mengingat bagaimana sejarah Imlek bisa dirayakan lebih meriah di Batam.
Hal ini menurutnya tak lepas dari campur tangan Presiden keempat Republik Indonesia (RI), Abdulrahman Wahid atau yang kerap dipanggil Gus Dur.
Sikap keberagaman dan saling menghormati, yang selalu dicontohkan oleh Gus Dur, menjadi hal yang akan sangat dikenang oleh masyarakat Tionghoa tidak hanya di wilayah Kepulauan Riau, tapi juga seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Rekayasa Lalu Lintas Bakal Diberlakukan di Kota Tua Mulai Akhir Januari, Cek Jadwalnya!
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
-
Siapkan Duit untuk Promo Imlek Motor Listrik: Ini 5 Unit yang Wajib Dilirik
-
Dari Dimsum Hingga Bebek Panggang: Pengalaman Kuliner Mewah Sambut Tahun Kuda Api di Bali
-
16 Februari 2026 Apakah Libur? Ini Rangkaian Tanggal Merah Hari Raya Imlek
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar