SuaraBatam.id - Kasus korupsi dana BOS yang menyeret eks Kepala Sekolah SMA 1 Batam masih dalam proses penyidikan. Kasus korupsi tersebut merugikan keuangan negara senilai Rp 830 juta.
Diduga dana BOS dan uang komite digunakan Chaidir untuk berlibur ke Malaysia bersama para guru dan keluarganya.
Dikutip dari Batamnews, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Wahyu Oktaviandi mengatakan mengenai guru-guru yang juga ikut berlibur ke Malaysia menggunakan dana hasil korupsi, Wahyu menyampaikan hal itu masih sedang diselidiki.
Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka lain, baik dari guru atau pihak yang dianggap bertanggungjawab dalam pengunaan anggaran tersebut.
"Ya selama ada bukti, tak menutup kemungkinan tersangka lainnya. Yang jelas, tak ada yang kami tutup-tutupi untuk proses penyidikan," katanya.
Ditanyakan apakah ada upaya tersangka Chaidir mengembalikan kerugian negara Rp 830 juta, dikatakan Wahyu selama proses penyelidikan itu tak ada.
Namun, ia berharap ada upaya tersebut dari tersangka, sehingga menjadi pertimbangan jaksa untuk proses penuntutan hukuman nantinya.
"Karena baru ditetapkan tersangka, upaya itu belum ada. Jika sudah masuk proses penyidikan, pengembalian kerugiaan negara tak menghapus tindak pidana seseorang, namun akan jadi pertimbangan pada saat penuntutan. Tuntutan bisa lebih ringan," kata dia.
Baca Juga: Kerjasama Cegah Rasuah Dengan BNPB, KPK Ungkap Celah Potensi Timbulnya Korupsi
Berita Terkait
-
Sestama BNPB Rustian Diperiksa KPK
-
KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai
-
OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka
-
OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana
-
Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
BRI Borong 36 Penghargaan TBCCI 2026 Berkat Inovasi Layanan BRImo dan Sabrina
-
Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi
-
Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir
-
Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi
-
Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi