SuaraBatam.id - Vaksinasi bagi anak 6-11 tahun di Kota Pekanbaru masih ditunda, sehingga pencapaian target di daerah itu melambat.
Penyebabnya, capaian vaksinasi lansia masih rendah, yakni 51 persen. Diketahui, untuk melaksanakan vaksinasi anak, capaian vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen. Tim vaksinasi saat ini fokus menuntaskan vaksinasi bagi lanjut usia atau lansia.
"Setelah capaian vaksinasi lansia tercapai 60 persen baru kita diperbolehkan untuk vaksinasi bagi anak," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy, dikutip riaulink, Rabu (22/12/21).
Zaini menyebut, vaksinasi bagi anak saat ini tinggal menanti capaian target vaksinasi lansia. Tim juga menanti ketersediaan vaksin jenis Sinovac agar jumlahnya mencukupi.
"Setelah nanti diperbolehkan, kita langsung gelar vaksinasi bagi anak. Tentunya mempertimbangkan pasokan yang ada," paparnya.
Saat ini, kata Zaini, tim melakukan pendataan terhadap jumlah penerima vaksinasi anak. Proses pendataan guna memastikan jumlah penerima vaksin anak ini.
Berita Terkait
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Sold Out, 15.080 Pelari Siap Ramaikan Pekanbaru
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia